EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan Rabu (29/7). Sebelumnya IHSG kembali terkoreksi 0,89 persen ke 6.130 dan didominasi tekanan jual.

Senior technical analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal pergerakan IHSG mengalami koreksi wajar dalam rangka membentuk formasi wave 2.

Ia melanjutkan, berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.

“Secara garis besar, proyeksi IHSG pada Rabu, 29 Juli 2026 diperkirakan bergerak secara variatif sehingga peluang terjadinya pelemahan terbatas sangat terbuka lebar,” ujarnya dalam riset harian, Rabu (29/7).

Ketidakpastian pengganti Gubernur Bank Indonesia masih menyelimuti khawatir investor, sehingga berpotensi membatasi penguatan IHSG sampai pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter dari pengganti Gubernur BI yang baru.

Seperti diketahui, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan mundur dari jabatannya pada Senin (27/7/2026). Hal itu disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia.

Ia juga menjelaskan, untuk sementara waktu jabatan tersebut akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia yaitu oleh Destry Damayanti.

“Meski demikian, ekspektasi terhadap penantian publikasi kinerja keuangan berbagai emiten sepanjang semester I-2026 bisa menjadi penahan sentimen negatif dan memberikan peluang aksi bargain hunting pada saham yang memiliki fundamental solid,” tuturnya.

Pada perdagangan hari ini, Mirae Asset memproyeksikan IHSG bergerak dengan rentang support di 5.931 dan 6.031 serta resistance di 6.254 dan 6.358. Saham-saham yang dapat dicermati, seperti EXCL, SMRA, dan TINS.