EmitenNews.com—PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) berhasil menekan rugi bersih tahun berjalan hingga 74,24 persen menjadi Rp77,45 miliar dari sebelumnya mengalami rugi bersih Rp300,61 miliar pada 2021.
Berdasarkan laporan keuangan FAST yang dikutip di Jakarta, Jumat (31/3), sepanjang 2022 emiten makanan cepat saji KFC ini mampu mencatatkan pendapatan Rp5,86 triliun atau melonjak 21,07 persen (year-on-year).
Kemampuan FAST dalam menekan kerugian juga tercermin dari keberhasilan perseroan dalam mengelola beban pokok penjualan di 2022, yakni hanya meningkat 15,26 persen (y-o-y) menjadi Rp2,19 triliun. Sehingga, laba bruto pada tahun lalu melesat 24,49 persen (y-o-y) menjadi Rp3,66 triliun.
Pada Tahun Buku 2022, FAST tercatat mengalami rugi sebelum pajak penghasilan senilai Rp93,41 miliar atau merosot tajam hingga 74,81 persen dari rugi sebelum pajak di 2021 yang mencapai Rp370,78 miliar.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2022 sebesar Rp15,96 miliar, maka rugi bersih tahun berjalan yang dicatatkan FAST menjadi Rp77,45 miliar atau menyusut hingga 74,24 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2022, total liabilitas FAST membengkak 15,97 persen (y-o-y) menjadi Rp2,76 triliun. Sedangkan, jumlah ekuitas per akhir Desember 2022 senilai Rp1,06 triliun atau merosot 5,36 persen (y-o-y).
Related News
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya





