Kinerja ABMM Tertekan, Salurkan Dividen, Tengok Bagian Lo Kheng Hong
:
0
Sebuah alat berat tengah beraksi di area pertambangan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - ABM Investama (ABMM) memutuskan pembagian dividen tunai USD15,5 juta setara Rp267,06 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 22 persen dari koleksi laba tahun buku 2025 senilai USD70,61 juta. Alhasil, para investor akan mendapat suntikan dividen sebesar Rp97.
Kemudian, sebesar USD100 ribu disisihkan sebagai cadangan umum. Dan, sisa laba bersih sekitar 78 persen alias USD15,02 juta ditambahkan pada laba ditahan untuk kegiatan usaha perseroan. Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 29 April 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut.
Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Mei 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 11 Mei 2026. Cum dividen pasar tunai pada 12 Mei 2026. Ex dividen pasar tunai pada 13 Mei 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 12 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 28 Mei 2026.
Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, ABM Investama mencatat laba bersih USD70,61 juta. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah USD100 ribu. Dan, total ekuitas terkumpul USD880,42 juta.
Kinerja Tertekan
Sepanjang tahun lalu, ABM Investama mengemas laba USD70,61 juta. Drop 49,33 persen dari episode sama tahun 2024 dengan tabulasi laba USD139,36 juta. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD1,04 miliar, susut 13,33 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD1,2 miliar. Beban pokok pendapatan USD934,49 juta, mengalami penyusutan dari akhir tahun 2024 sebesar USD1,07 miliar.
Laba kotor USD103,67 juta, anjlok dari USD131,19 juta. Beban penjualan distribbusi USD2,18 juta, susut dari USD3,81 juta. Beban umum dan administrasi USD58,37 juta, bengkak dari USD53,07 juta. Pendapatan lainnya USD20,23 juta, terkoreksi USD33,55 juta. Laba usaha USD63,35 juta, melorot dari USD107,85 juta. Bagian atas laba entitas asosiasi USD84,67 juta, turun dari USD151,37 juta.
Kuartal I 2026 Laba Drop
Pada kuartal I 2026, laba bersih ABM Investama belum masih tertekan. Itu setelah hanya menjala laba bersih USD14,43 juta. Anjlok 32,72 persen dari periode sama tahun lalu USD21,45 juta. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan USD222,65 juta, menyusut dari posisi sama tahun 2025 senilai USD250,02 juta.
Beban pokok pendapatan USD209,79 juta, menipis dari USD242,03 juta. Laba kotor USD12,86 juta, meroket dari USD7,99 juta. Beban penjualan dan distribusi USD437,27 ribu, susut dari USD471,72 ribu. Beban umum dan administrasi USD11,38 juta, menciut dari USD13,05 juta. Pendapatan lainnya USD6,78 juta, berkurang dari USD12,73 juta.
Related News
Kuartal I, Laba PANI Meningkat Lebih dari 10 Kali Lipat
MLPT Tabur Dividen Rp80 per Lembar, Cum Date 8 Mei 2026
Bursa Buka Suspensi WBSA Usai Seminggu Digembok, Kini Masuk FCA!
Masuk Daftar Efek Marjin, Transaksi Saham UVCR Melonjak Drastis
PZZA Jadwal Dividen, Putus Tren Negatif, dan Konsisten Laba
Target Pendapatan Naik 1.584 Persen, GPSO Pede Raih Laba Edisi 2026





