Kinerja Apik, Lo Kheng Hong Tambah Porsi, Saham GJTL Auto Pucuk
:
0
Suasana gerbang akses menuju pabrik Gajah Tunggal. FOTO - Dok GJTL
EmitenNews.com - Lo Kheng Hong terus menambah porsi kepemilikan saham Gajah Tunggal (GJTL). Investor kawakan pasar modal nasional itu, diketahui menyerok 5,18 juta saham perseroan. Transaksi penggemukan saham emiten produsen ban kendaraan bermotor dengan merek GT Radial itu, telah dipatenkan pada 21 Juli 2026.
Transaksi pembelian dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp1.140 per lembar. Dengan skema harga itu, Lo Kheng Hong dipaksa merogoh dana sekitar Rp5,9 miliar. Sebagai akibat dari transaksi itu, koleksi saham GJTL dalam genggaman Lo Kheng Hong makin menebal.
Tepatnya, menjadi 245,1 juta lembar setara dengan 7,03 persen. Mengalami lonjakan sekitar 0,15 persen dari episode sebelum transaksi dengan koleksi 239,92 juta eksemplar selevel dengan 6,88 persen. Sepanjang perdagangan kemarin, saham GJTL menanjak signifikan.
Ledakan Saham
Yaitu, melesat 8,07 persen alias 90 poin menjadi Rp1.205 per lembar. Kalau dikalkulasi sejak awal tahun 2026, saham GJTL telah menanjak 13,68 persen setara 145 poin dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp1.060 per eksemplar. GJTL dipersenjatai dengan kapitalisasi pasar Rp4,2 triliun.
Per 30 Juni 2026, selain Lo Kheng Hong, tercatat Compagnie Financiere mengemas 348.480.000 lembar atau 10 persen saham GJTL. Lalu, Denham Pte Ltd sekaligus pemegang saham pengendali, menggenggam 1.724.972.443 saham atau setara 49,5 persen.
Di sisi lain, porsi saham beredar di publik atau free float terjadi perubahan menjadi 33,21 persen dari sebelumnya 33,25 persen. Sementara itu, dari sisi manajemen, hanya Kisyuwono selaku direksi mengempit saham GJTL. Porsi yang ia genggam 200 ribu lembar atau selevel dengan 0,0057 persen.
Laba Melenting
Paruh pertama 2026, GJTL mencatat laba bersih Rp796,36 miliar. Mengalami peningkatan sekitar 76,77 persen dari posisi sama tahun sebbelumnya Rp450,5 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar emiten andalan Lo Kheng Hong tersebut melenting menjadi Rp229 dari periode sebelumnya Rp129.
Penjualan bersih Rp8,99 triliun, surplus 5,51 persen dari episode sama tahun lalu Rp8,52 triliun. Beban pokok penjualan Rp7,09 triliun, mengalami pembengkakan dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,93 triliun. Laba kotor terkumpul Rp1,9 triliun, meningkat dari fase sama 2025 sejumlah Rp1,58 triliun.
Related News
DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun, Data Center Dominan
Akhiri Semester I, Laba TMAS Menanjak 54,27 Persen
Aset Berlimpah, ini Performa Emiten Sandiaga Uno (MUTU) Semester I
Direksi NTBK Borong Saham Rp3 Miliar, Ada Agenda Akbar Masa Depan?
Lo Kheng Hong Borong Lagi Saham GJTL, Kini Kuasai 7,03%
Bidik Pemulihan Kinerja, Ini Target Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU)





