EmitenNews.com -Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (supensi) saham PT Golden Flower Tbk. (POLU) pada perdagangan tanggal 21 September 2023 sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
"Oleh karena itu dalam rangka cooling down, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham POLU," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman resminya Rabu (20/9).
Yulianto menjelaskan, penghentian sementara perdagangan saham POLU tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham POLU
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan." tuturnya.
Merujuk data perdagangan, saham POLU selama 5 hari bursa naik hingga 36,46 persen atau 175 poin. Sehingga pada perdagangan kemarin di tutup pada level 655 per saham dari pekan lalu di level 480 an per saham.
Secara kinerja, Golden Flower (POLU) medio 2023 mencatat rugi Rp7,11 miliar. Berbalik anjlok 180 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba Rp8,8 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar menukik menjadi Rp9 dari periode sama tahun sebelumnya surplus Rp12 per helai.
Performa negatif itu menyusul penjualan hanya terkumpul Rp35,09 miliar, susut 50 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp70,27 miliar. Beban pokok penjualan Rp31,01 miliar, turun dari edisi sama tahun lalu Rp54,35 miliar. Laba kotor Rp4,07 miliar, longsor 74 persen dari periode sama tahun lalu Rp15,92 miliar.
Related News
Masih Catat Rugi di 2025, GIAA Gaspol Pemulihan Tahun Ini
IPCM Raup Pendapatan Rp1,47 Triliun, Laba Tumbuh Dua Digit di 2025!
Kinerja DYAN 2025 Tertekan Anjloknya Event Korporasi dan Pemerintah
Afiliasi Happy Hapsoro Borong Saham RAJA Rp24 Miliar
Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Panen Laba 2025 Melonjak 101 Persen
HOPE Right Issue Rp266M untuk Akuisisi TMMS, Potensi Dilusi 50 Persen





