Kinerja Tahun Lalu Positif, GTS International (GTSI) Pede Tahun Ini Posisi Keuangan Aman
:
0
Direktur PT. GTS Internasional Tbk (GTSI) , Dandun Widodo menyampaikan dengan penuh optimis pencapaian perseroan.
Perseroan per tanggal 31 Desember 2022 mencatat peningkatan nilai pendapatan sebesar 34,03% menjadi USD41.226.395 dibandingkan kinerja tahun 2021 sebesar USD30.759.409.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan seluruh komponen pendapatan termasuk jasa sewa kapal dan pengelolaan kapal Perseroan sementara itu mencatat penurunan beban pokok pendapatan sebesar 15,22% menjadi USD26.693.670. Sementara itu, beban operasi lainnya menurun dari USD7.802.840 menjadi USD2.107.802. Laba (Rugi) Tahun Berjalan Tahun ini Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar USD5.126.255 dibandingkan tahun 2021, dimana Perseroan mencatatkan rugi sebesar USD11.914.32. Perseroan juga mencatat Total Penghasilan - Komprehensif tahun berjalan sebesar USD11.737.257 dari sebelumnya mencatat rugi komprehensif tahun berjalan sebesar USD16.215.770 di tahun 2021.
Per tanggal 31 Desember 2022, Perseroan mencatatkan kas dan setara kas sebesar USD20.396.841 atau meningkat sebesar USD6.875.194 dibandingkan posisi tahun 2021 yang mencapai USD13.521.647. Hal ini antara lain disebabkan oleh peningkatan total kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar 31050,50% menjadi USD24.550.244 dari minus USD79.321 di tahun 2021. Sementara total arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat USD 1.620.135 di tahun 2022 dari sebelumnya minus USD10.225.142 di tahun 2021.
Kemudian total arus kas bersih dari aktivitas pendanaan mencapai minus USD17.668.090 di tahun 2022 dari USD6.012.085 di tahun 2021.
Related News
ADMR Jadwal Dividen USD120 Juta, Alokasi 44,25 Persen Laba 2025
Rasio Dividen BTPS Melonjak ke 55 Persen, Berapa Besarannya?
PGEO Mulai Garap Proyek Lumut Balai 4, Investasi Awal USD32,31 Juta
MPMX Siapkan Buyback Rp50 Miliar, Saham Dialihkan ke Program Insentif
Dharma Polimetal (DRMA) Tebar Dividen Rp70/Saham, Total Rp329 Miliar
ITMG Tetapkan Dividen USD115 Juta, Setara 60 Persen Laba 2025





