Kiprah Profesional Eks Menkeu Sri Mulyani, Tugas Baru dari Bank Dunia
:
0
Sri Mulyani Indrawati. Dok. IKPI.
EmitenNews.com - Selalu ada tempat untuk Sri Mulyani Indrawati. Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI itu, sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional (Independent Co-Chair of International Development Association/IDA) Ke-22.
Dengan jabatan prestisius itu, ekonomi senior dari Universitas Indonesia itu, bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.
Dalam keterangan resmi Bank Dunia, seperti dikutip Kamis (6/8/2026), Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.
Dari keterangan lembaga keuangan internasional itu, diketahui bahwa Sri Mulyani dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam.
Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Pertemuan itu bertujuan menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yakni lembaga pendanaan Grup Bank Dunia untuk negara-negara termiskin. Juga memberikan kesempatan kepada para mitra untuk meninjau kebijakan-kebijakan IDA.
Penunjukan Tersebut Tentu Telah Melewati Saringan Ketat
Penunjukan dari Bank Dunia itu, tentu telah melewati saringan ketat. Mbak Ani, begitu perempuan kelahiran Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus 1962 itu akrab disapa, seorang ekonom terkemuka.
Sebagai Menteri Keuangan berpengaruh, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, telah berkiprah di bawah sedikitnya tiga era kepresidenan: Mulai dari Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Prabowo Subianto.
Sri Mulyani meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Kemudian, gelar Master of Science of Policy Economics (1990) dan Ph.D. in Economics (1992) dari University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat.
Sebelum masuk dalam lingkaran pemerintah, Sri Mulyani dikenal sebagai dosen, ekonom, pakar ekonomi dengan analisis tajamnya. Terutama ketika ia memimpin Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.
Related News
Kendaraan Elektrifikasi Kini tak Lagi Sebagai Pelengkap
Ramaikan GIIAS 2026, Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Industri Otomotif
81 Seniman Ramaikan Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia
Evolusi Setengah Abad Honda Civic
4 Mobil Listrik Rp100 Jutaan di GIIAS yang Bisa Dipilih Konsumen
Pabrikan Ini Tambah Daftar Panjang Mobil China Masuk RI, Ini Segmennya





