Konflik Timur Tengah Memanas, Brent Dekati USD91
:
0
Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (1/9).(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (1/9). Penguatan ini melanjutkan tren kenaikan dari sesi sebelumnya seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik melampaui USD86 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan jenis Brent merangkak naik mendekati level USD91 per barel.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh dimulainya kembali permusuhan antara pasukan Amerika Serikat dan Iran setelah sempat mereda selama kurang lebih satu bulan. Pasukan AS melancarkan serangan terhadap dua peluncur roket Iran di Pulau Larak, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Uni Emirat Arab dan Yordania.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memperluas ancaman operasi militer ke Pulau Kharg, yang dikenal sebagai pusat utama ekspor minyak milik Iran. Di sisi lain, aksi mogok kerja di kilang-kilang minyak Rusia juga turut memperketat kapasitas penyulingan global serta mendorong margin produk olahan ke level tertinggi baru.
Meski eskalasi meningkat, aktivitas pengiriman minyak dilaporkan masih terus melewati Selat Hormuz. Negara-negara produsen utama di kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak tetap menjalankan aktivitas ekspor minyak.
Namun, risiko keselamatan jalur pelayaran tersebut tetap tinggi. Sebuah kapal tanker super dilaporkan terbakar di Selat Hormuz setelah menabrak dua ranjau laut, yang mempertegas ancaman terhadap keamanan lalu lintas kapal tanker di kawasan vital tersebut.
Eskalasi harga minyak mentah dunia ini berpotensi memberikan tekanan langsung bagi perekonomian Indonesia. Sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak bumi, kenaikan harga Brent mendekati USD91 per barel ini dapat membengkakkan beban subsidi BBM nasional dan menekan nilai tukar Rupiah akibat meningkatnya biaya impor energi.(*)
Related News
Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed Tekan Harga Emas
Harga Minyak Bayangi Wall Street, Pasar RI Ikut Siaga
Lepas USD, RI-Singapura Transaksi Pakai Mata Uang Lokal
Harga BBM Resmi Naik per 1 September
Siap Lunasi Surat Utang Rp4 Triliun, Pegadaian Ungkap Sumber Dananya
Operasional Transnusa di Singapura Pindah ke Terminal 4 Changi Airport





