Konsisten, IHSG Uji Level 8.200
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,297 persen menjadi 8.146. Indeks sempat dibuka, dan bergerak melemah, sebelum akhirnya ditutup menguat. Rebound harga emas dan perak berlanjut menjadi salah satu faktor pendorong penguatan indeks.
Secara teknikal, pembentukan histogram negatif MACD cenderung mengecil, dan indikator stochastic RSI bertahan di oversold area. So, sepanjang perdagangan Kamis, 5 Februari 2026, indeks sangat berpotensi menguji 8.200. Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025.
Berdasar konsensus diperkirakan 5 persen YoY dari akhir tahun sebelumnya 5,3 persen YoY. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan 5,2 persen YoY, dan 1,9 persen QoQ dari 5,04 persen YoY, dan 1,43 persen QoQ edisi kuartal III-2025. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menarget free float 15 persen dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun.
Implementasi kebijakan tersebut akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur. OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperhatikan kesiapan masing-masing emiten, kondisi pasar, dan kapasitas penyerapan investor. Investor global akan mencermati data retail sales Euro Area edisi Desember 2025 diperkirakan tumbuh 2,3 persen YoY dari November 2025 di level 2 persen.
Investor juga menanti pertemuan Euro Central Bank (ECB) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan 2,15 persen, dan deposit facility rate 2 persen. Pertemuan Bank of England diperkirakan menahan suku bunga 3,75 persen. Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS. (*)
Related News
Wall Street Loyo, IHSG Lanjut Menguat
IHSG Menguat, Serok Saham ADRO, BRMS, dan TOWR
BTN Targetkan Biayai 20 Ribu Rumah Rendah Emisi
IHSG Lanjut Nanjak, Sentuh Level 8.146
BSN Apresiasi Developer Terbaik
IHSG Sesi Siang (4/2) Kembali Melemah 0,53 Persen ke 8.079





