Konsolidatif, IHSG Orbit Level 7.130-7.250
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,14 persen menjadi 7.198. Meski sempat terjadi profit taking lanjutan, namun indeks masih mampu bertahan di atas level MA200 di sekitar 7.137. So, indeks masih akan bergerak konsolidasi.
Dengan demikian, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 28 Mei 2025, indeks akan bergerak menyusuri area support 7.130, dan area resistance di level 7.250. Di sisi lain, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk tabungan berdenominasi rupiah bank umum menjadi 4 persen dari sebelumnya 4,25 persen.
Lalu, untuk tingkat bunga penjaminan berdenominasi valas di bank umum turun menjadi 2 persen dari 2,25 persen. Kemudian, tingkat bunga penjaminan BPR turun menjadi 6,5 persen dari 6,75 persen. Tingkat bunga penjaminan tersebut berlaku sejak 1 Juni 2025 sampai dengan 30 September 2025.
Pasar Amerika Serikat (AS) menunggu rilis FOMC minutes, data personal income, personal spending, dan indeks PCE prices. Indeks PCE prices core, sebagai indikator inflasi dicermati The Fed, pada April 2025 ditaksir 0,1 persen MoM dari Maret 2025 di level 0 persen MoM.
Pasar Eropa akan merilis data tingkat pengangguran Jerman edisi Mei 2025 (28/5) diperkirakan tetap 6,3 persen dari bulan sebelumnya. Pasar Asia akan merilis data consumer confidence Jepang edisi Mei 2025 dengan prediksi berada di level 31.8 dari periode April 2025 di posisi 31.2.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Kalbe Farma (KLBF), Mitra Adiperkasa (MAPI), Japfa Comfeed (JPFA), Adi Sarana Armada (ASSA), dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO). (*)
Related News
IHSG Bangkit! Ditutup Lompat 2,52 Persen ke Level 8.122
Biaya Transaksi Kurang Kompetitif Jadi Hambatan Utama Bursa Kripto RI
SBN Ritel Perdana 2026, Penawaran ORI029 Dibuka hingga 19 Februari
IHSG Rebound ke 8.047 di Sesi I (3/2), 10 dari 11 Sektor Mulai Bangkit
Perkuat Konektivitas Pembayaran Lintas Negara, BI Gabung Proyek Nexus
Wall Street Menyala, IHSG Kembali Koreksi





