Kontra Wall Street, IHSG Cenderung Tertekan
:
0
Suasana di pelataran patung Banteng Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi mayoritas menguat tipis. Itu seiring sentimen positif berlanjut setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, dan Eropa soal Greenland makin mereda.
Sementara itu, saham Goldman Sachs Group, Inc drop 3,75 persen memaksa Dow Jones harus berakhir dengan mencatat pelemahan. Sebelumnya, ketiga indeks konsisten mencatat penguatan sejak Rabu waktu setempat setelah presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland.
Selain itu, Trump juga membatalkan rencana pengenaan tarif impor untuk delapan negaara anggota NATO yang sedianya akan dimulai pada awal bulan depan. Penguatan mayoritas indeks Wall Street, dan kenaikan harga komoditas berlanjut seperti minyak mentah, gas, timah, nikel, tembaga, dan emas diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, sikap hati-hati investor menjelang hasil konsultasi indeks MSCI berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.855-8.760, dan resistance 9.050-9.145.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Vale Indonesia (INCO), BSI (BRIS), Antam (ANTM), Hartadinata (HRTA), Merdeka Gold (MDKA), da? Pakuwon Jati (PWON). (*)
Related News
DSSA, CMNP, dan MEGA Ramaikan Saham Top Losers Pekan Ini
Telisik! Barisan Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000





