KOTA Garap Rest Area Rp300M di JORR 2, Perkuat Mesin Recurring Income
:
0
Jalan tol Cimanggis-Cibitung (Foto: BUJT Cimanggis-Cibitung)
EmitenNews.com - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) kembali menunjukkan langkah ekspansif yang berpotensi memperkuat fundamental bisnis jangka panjang. Melalui anak usahanya, PT DMS Laguna (DMSL), Perseroan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) untuk membentuk Joint Venture Company (JVC) yang akan mengembangkan dan mengelola Rest Area KM 63 di ruas Tol Cimanggis-Cibitung.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam strategi transformasi KOTA dari pengembang properti konvensional menjadi pemilik dan pengelola aset komersial yang mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) dalam jangka panjang.
Proyek Rest Area KM 63 memiliki nilai investasi sekitar Rp300 miliar dan akan dibangun di kedua sisi jalan tol (jalur A dan B) dengan total luas mencapai kurang lebih 12 hektare di Kabupaten Bekasi. Sebagai rest area tipe A, kawasan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas layanan publik, area komersial, pusat kuliner, ritel, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya yang berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di koridor JORR 2.
Bagi KOTA, proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas jalan tol. Rest Area KM 63 berpotensi menjadi aset produktif jangka panjang yang mampu menghasilkan sumber pendapatan berkelanjutan dari berbagai lini usaha seperti penyewaan tenant, pengelolaan area komersial, periklanan, event activation, hingga pengembangan bisnis pendukung lainnya.
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohamad Prapanca, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis Perseroan dalam memperluas portofolio bisnis berbasis aset komersial yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Rest Area KM 63 memiliki lokasi yang sangat strategis dan berpotensi menjadi destinasi layanan serta kawasan komersial unggulan. Melalui kolaborasi dengan CCT, kami optimistis dapat menghadirkan kawasan yang modern, berdaya saing, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengguna jalan tol maupun para pemangku kepentingan," ujar Mohamad Prapanca.
Dari perspektif bisnis, proyek ini memiliki positioning yang menarik. Tol Cimanggis-Cibitung merupakan bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang menghubungkan Jakarta, Depok, Bekasi, hingga kawasan industri di koridor timur Jabodetabek. Tingginya mobilitas kendaraan dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut dinilai menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan bisnis komersial di kawasan rest area.
Selain membuka peluang pertumbuhan pendapatan, proyek ini juga dinilai dapat meningkatkan kualitas aset KOTA melalui kepemilikan dan pengelolaan kawasan komersial strategis yang memiliki potensi apresiasi nilai seiring berkembangnya kawasan industri dan permukiman di sekitar koridor JORR 2.
Pasar juga menilai langkah ini sebagai sinyal positif bahwa KOTA terus memperluas sumber pertumbuhan di luar bisnis properti tradisional. Di tengah tren investor yang semakin mengapresiasi emiten dengan pendapatan berulang dan arus kas yang lebih stabil, proyek Rest Area KM 63 berpotensi menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Rest Area KM 63 ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II 2028 dan diharapkan menjadi ikon baru pelayanan jalan tol sekaligus pusat aktivitas komersial di koridor Cimanggis-Cibitung.
Related News
SMDR Bagi Dividen Final Rp155,6 Miliar Senilai Rp9,5 per Saham
Saham Publik Cuma 0,22 Persen, FASW Cari Jalan Keluar Suspensi BEI
Jadi Rebutan Investor, TPIA Resmi Tuntaskan PUB V Rp6 Triliun
Saham Bank Mandiri (BMRI) Drop 6 Hari Beruntun Usai Dirut Riduan Beli
Sudah Jalan 4 Tahun, WSBP Masih Lanjutkan Konversi Utang Jadi Saham
Saham Mau Rights Issue Jumbo Lanjut ARA di FCA, Baru Lepas Gembok BEI





