Kritik Pelaksanaan Ibadah Haji 2023, Timwas DPR Minta Evaluasi Total Masyariq
Jemaah dalam pelaksanaan Ibadah Haji 2023. dok. jurnas.com.
EmitenNews.com - Tanpa mengecilkan kerja keras pemerintah dalam pelaksanan Haji 1444 Hijriah, harus diakui banyak masalah, yang perlu penanganan agar ke depan lebih baik lagi. Tim Pengawas Pelaksanaan (Timwas) Haji DPR RI menyoroti penyedia layanan haji, yang disebut masyariq. Timwas merekomendasikan evaluasi menyeluruh untuk masyariq jemaah haji Indonesia. Menteri Agama Yaqut Cholil juga mengakui banyak masalah, meski penyebab bukan semata kelemahan pemerintah.
Anggota Timwas Haji DPR Hamid Noor Yasin kepada wartawan di Makkah, Minggu (2/7/2023) mengungkapkan, banyak jemaah haji Indonesia yang terlunta-lunta, dan tersiksa. Pasalnya, masyariq (team pelayanan haji Arab Saudi) tidak melaksanakan komitmennya dengan baik.
Persoalannya, terutama di Armuzna, karena membeludaknya jemaah, sehingga tidak tertangani dengan baik. Tenda-tenda jemaah Indonesia di Armuzna penuh, tidak bisa menampung jemaah.
Akibatnya, banyak yang di luar tenda, di tengah kondisi cuaca panasnya sampai di atas 47 derajat Celcius. Hamid mencatat jemaah Indonesia kekurangan minum, makan, kebutuhan air MCK, dan menderita akibat kemacetan di mana-mana, terutama di Muzdalifah.
Hamid mengungkit jemaah tragedi Muzdalifah, yaitu jemaah menumpuk tidak bisa diangkut selama 10 jam lebih dalam kondisi panas di atas 35 derajat Celcius. Karena itu, banyak yang dehidrasi dan ada yang sampai pingsan.
"Pelaksanaan ibadah haji ini harus betul-betul kita evaluasi secara menyeluruh di seluruh lini kepada tim pelayanan haji dari Arab Saudi (masyariq) yang saat ini tidak memenuhi komitmen memberi layanan yang baik selama di Armuzna, akibatnya banyak jemaah haji Indonesia yang terlunta-lunta dan tersiksa," ujarnya. ***
Related News
WFA Bagi Pekerja Swasta 16-17 dan 25-27 Maret 2026, Ini Aturannya
Utang Whoosh Ditalangi Lewat APBN, Ke Mana Danantara Ya?
KLH Temukan Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tanpa IPAL
KLH Hentikan Aktivitas Pabrik Panca Kraft Pratama, Ini Pelanggarannya
Pangkas Belanja Nonproduktif, Prabowo Ungkap Pemerintah Hemat Rp308T
OJK Serahkan ke Kejari Dirut SWAT Tersangka Ke-4 Manipulasi Saham





