Kuartal III-2026, Fortune Resources (FITT) Bukukan Pendapatan Rp45,90M
:
0
Ilustrasi PT Fortune Resources Investment Tbk (FITT). Dok. FITT-Fortune.
EmitenNews.com - Memasuki Kuartal III tahun 2026, PT Fortune Resources Investment Tbk (FITT) membukukan pendapatan Rp45,90 miliar. Pendapatan usaha emiten induk investasi fokus jasa pertambangan sampai 30 September 2026, naik sekitar 622 persen dari Rp6,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen dalam keterangannya yang dikutip Senin (2/11/2026), diketahui berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, lonjakan itu hampir seluruhnya berasal dari pendapatan jasa pertambangan sebesar Rp41,26 miliar, pos yang tidak ada pada tahun lalu.
Setelh bertransformasi Perseroan kini tercatat sebagai perusahaan induk PT Venturi Tambang Perkasa. Pendapatan dari lini hotel justru menurun, dengan hotel turun menjadi Rp2,70 miliar dari Rp3,77 miliar dan banquet menjadi Rp1,08 miliar dari Rp1,43 miliar.
Kemudian beban pokok pendapatan naik sekitar 196 persen menjadi Rp15,15 miliar dari Rp5,13 miliar, lebih lambat dari pertumbuhan pendapatan. Laba kotor pun melonjak menjadi Rp30,75 miliar dari Rp1,23 miliar, atau sekitar 25 kali lipat. Beban usaha naik sekitar 66 persen menjadi Rp9,23 miliar dari Rp5,54 miliar.
Untuk pos lain-lain, perseroan mencatat keuntungan lain-lain Rp8,62 miliar yang tidak ada pada periode yang sama tahun lalu. Bunga pinjaman bank turun menjadi Rp228,2 juta dari Rp1,09 miliar, sedangkan bunga pinjaman pemegang saham naik menjadi Rp825,0 juta dari Rp410,4 juta.
Lalu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp29,21 miliar, berbalik dari rugi Rp5,69 miliar. Setelah manfaat pajak tangguhan Rp193,9 juta, laba bersih periode berjalan mencapai Rp29,41 miliar, berbalik dari rugi Rp5,66 miliar.
Sementara itu, total liabilitas per 30 September 2026 naik sekitar 61 persen menjadi Rp81,42 miliar dari Rp50,58 miliar pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek melonjak menjadi Rp79,82 miliar dari Rp5,97 miliar. Terutama karena utang lain-lain pihak ketiga naik menjadi Rp66,96 miliar dari Rp49,1 juta dan biaya yang masih harus dibayar menjadi Rp10,91 miliar dari Rp275,6 juta.
Liabilitas jangka panjang turun tajam menjadi Rp1,60 miliar dari Rp44,62 miliar, setelah utang bank dan utang sewa tidak lagi tercatat dan utang pihak berelasi turun menjadi Rp1,0 miliar dari Rp22,0 miliar.
Untuk aset tidak lancar turun menjadi Rp71,75 miliar dari Rp93,55 miliar, karena aset hak guna dan aset tetap dalam pengerjaan tidak lagi tercatat, sementara goodwill Rp10,04 miliar muncul. Total ekuitas naik menjadi Rp143,33 miliar dari Rp77,48 miliar.
Di luar itu semua, total aset naik sekitar 75 persen menjadi Rp224,75 miliar dari Rp128,06 miliar. Aset lancar naik menjadi Rp153,00 miliar dari Rp34,51 miliar, dengan kas dan setara kas naik menjadi Rp108,66 miliar dari Rp34,20 miliar dan piutang lain-lain menjadi Rp40,00 miliar dari Rp77,2 juta. ***
Related News
Wilmar Terseret Penyelidikan NEA Singapura, CEKA Akui Tak Terdampak
Emiten Haji Isam (JARR) Masuk, Kursi Direksi-Komisaris BYAN Dirombak
Investasi Langsung, Permata Health Nusantara Tambah Porsi Saham MSIE
Jadi Preskom Asuransi Dayin (ASDM), Hendra Godjali Kantongi Izin OJK
Melihat Kinerja Emiten Keamanaan Siber CYBR di Kuartal III 2026
Berkat Inovasi Digitalisasi, Puri Sentul (KDTN) Optimis Kinerja Tumbuh





