EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI mencatat laba bersih sepanjang tahun buku keuangan 2025 sebesar Rp57,13 triliun, tertakar turun 5,7 persen dibandingkan edisi 2024 yang sebesar Rp60,64 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Kamis (26/2/2026), emiten Himbara ini membukukan naiknya pendapatan bunga konsolidasi 4,27 persen secara tahunan menjadi Rp207,78 triliun dari Rp199,27 triliun. Beban bunga naik 1,20 persen menjadi Rp57,28 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih tumbuh 5,50 persen menjadi Rp150,49 triliun.

Pendapatan jasa asuransi konsolidasi juga naik 4,30 persen menjadi Rp7,66 triliun, dengan pendapatan bersih dari pos tersebut sebesar Rp1,29 triliun. Jika dijumlahkan, total pendapatan bersih konsolidasi mencapai Rp151,79 triliun atau meningkat 5,54 persen dibandingkan Rp143,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba operasional turun 6,33 persen menjadi senilai Rp73,27 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi turut mengatakan, “Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan.”

Menilik sisi neraca, total aset tumbuh 7,1 persen secara tahunan menjadi Rp2.135 triliun. Penyaluran kredit juga terpantau meningkat 12,3 persen menjadi Rp1.521 triliun, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 9,6 persen. 

Lalu, dana pihak ketiga (DPK) menguat 7,4 persen menjadi Rp1.467 triliun, dengan dana murah atau CASA tumbuh 12,7 persen. Giro melonjak 19,7 persen dan tabungan naik 7,9 persen, mendorong rasio CASA ke level 70,6 persen. Biaya dana turun menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 3,1 persen.

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin menambahkan rasio loan to deposit ratio berada di level 91,4 persen, liquidity coverage ratio 136,9 persen, serta net stable funding ratio 117,7 persen, seluruhnya di atas ketentuan regulator 100 persen. 

“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga atau pendanaan yang lebih optimal,” kata Farida.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada intraday perdagangan Kamis (26/2) saham BBRI tercatat koreksi 0,55 persen turun 20 poin di level Rp3.950.