Laba BCA (BBCA) Semester I 2026 Rp29,5T, Kredit Tembus 8% ke Rp1.036T
:
0
Potret salah satu gerai ATM milik Bank BCA. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) membukukan laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 1,7% secara tahunan atau YoY dibanding periode sama tahun lalu Rp29 triliun.
Pertumbuhan laba ditopang penyaluran kredit yang naik 8% YoY menjadi Rp1.036 triliun per Juni 2026 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp959 miliar. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga atau DPK BCA tumbuh 7,9% YoY ke Rp1.284 triliun.
"Direksi mengucapkan terima kasih atas kesetiaan nasabah BCA selama ini. Kepercayaan yang diberikan menjadi pendorong kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan," demikian paparan Direktur Utama BCA, Gregory Hendra Lembong dalam Paparan Kinerja 1H26, Selasa (28/7/2026).
Kredit Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan
Berdasarkan segmen, kredit korporasi menjadi penopang utama. Outstanding kredit korporasi mencapai Rp513,4 triliun, tumbuh 13,6% YoY dan 6,1% secara kuartalan atau QoQ.
Komposisi kredit korporasi juga meningkat menjadi 49,6% dari total kredit per Juni 2026, dari sebelumnya 47,1% pada Juni 2025.
Segmen komersial naik 7,2% YoY ke Rp153,9 triliun. Kredit SME tumbuh 6,0% YoY ke Rp134,6 triliun.
Sementara kredit konsumer terkoreksi 2,4% YoY ke Rp221,0 triliun. Penurunan terdorong kredit kendaraan yang anjlok 21,5% YoY. Namun kredit KPR masih tumbuh 4,8% YoY dan kredit personal 8,2% YoY.
Dari sisi sektor, penyaluran kredit terbesar ada di manufaktur Rp229,5 triliun atau 22,2% dari total kredit. Disusul perdagangan Rp200,3 triliun dan rumah tangga Rp160,0 triliun.
Pertumbuhan dana murah BCA masih solid. CASA tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp1.082 triliun per Juni 2026.
Related News
Laba ESSA Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi USD30 Juta Semester I 2026
Konversi Utang Rp4,35T UNSP, Porsi Bakrie Anjlok Tapi Tetap Pengendali
IOTF Catat Pendapatan Naik 12%, Bidik Transformasi AI Segera Rampung
Laba BUKK Anjlok 38,53 Persen Jadi Rp221,24 Miliar di Semester I-2026
Entitas Ini Borong Lagi Saham IMPC, Genggam 39,73 Persen
GMFI Ketok Kuasi Reorganisasi, Hapus Saldo Laba Negatif USD512,9 Juta





