EmitenNews.com - Bank SMBC (BPTN) sepanjang 2024 membukukan laba bersih Rp2,81 triliun. Tumbuh 19,57 persen dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,35 triliun. Dengan hasil itu, laba bersih per saham dasar dan dilusian turun ke level Rp279 dari Rp293. 

Pendapatan bunga dan syariah bersih Rp15,2 triliun, melonjak 26,24 persen dari edisi sama 2023 senilai Rp12,04 triliun. Itu terdiri dari pendapatan bunga Rp18,18 triliun, melambung dari Rp13,06 triliun. Pendapatan syariah Rp5,39 triliun, turun dari Rp5,74 triliun. Beban bunga Rp7,87 triliun, bengkak dari Rp6,28 triliun. 

Beban syariah Rp504,1 miliar, bengkak dari Rp486,43 miliar. Pendapatan provisi dan komisi Rp1,89 triliun, melonjak dari Rp942,58 miliar. Beban provisi dan komisi Rp667,64 miliar, bengkak dari Rp381,7 miliar. Pendapatan operasional lainnya Rp448,73 miliar, turun dari Rp478,99 miliar. Keuntungan dari selisih kurs dan transaksi derivatif bersih Rp542,69 miliar, susut dari Rp649,49 miliar.

Beban kepegawaian Rp4,85 triliun, bengkak dari Rp3,75 triliun. Beban umum dan administrasi Rp3,95 triliun, bengkak dari Rp3,3 triliun. Cadangan kerugian penurunan nilai Rp3,89 triliun, bengkak dari Rp3,04 triliun. Beban operasional lainnya Rp626,67 miliar, bengkak dari Rp161,04 miliar. Pendapatan operasional bersih Rp4,1 triliun, melejit dari Rp3,46 triliun. 

Pendapatan non operasional Rp20,51 miliar, naik dari Rp10,05 miliar. Beban non operasional Rp4,05 miliar, berkurang dari Rp13,4 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp4,12 triliun, naik dari Rp3,45 triliun. Beban pajak penghasilan Rp904,23 miliar, bengkak dari Rp775,19 miliar. Laba bersih periode berjalan Rp3,21 triliun, melesat dari Rp2,68 triliun. 

Jumlah ekuitas terakumulasi sebesar Rp54,74 triliun, meroket dari akhir tahun sebelumnya Rp41,28 triliun. Total dana syirkah temporer Rp9,59 triliun, turun dari Rp9,92 triliun. Jumlah liabilitas Rp176,75 triliun, bengkak dari Rp150,24 triliun. Total aset Rp241,09 triliun, menanjak dari akhir 2023 sebesar Rp201,44 triliun. (*)