EmitenNews.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada Semester I 2026. Perolehan tersebut melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Selasa (6/10), sejalan dengan lonjakan laba bersih, pendapatan Pupuk Indonesia tercatat mencapai Rp59,67 triliun atau tumbuh 51 persen. Sementara itu, EBITDA perusahaan melambung 140 persen menjadi Rp14,28 triliun.

Kenaikan kinerja keuangan tersebut didorong oleh pertumbuhan volume produksi serta efisiensi biaya operasional. Capaian ini sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan untuk melakukan reinvestasi serta melanjutkan pembangunan dan revitalisasi fasilitas industri.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan transformasi yang dijalankan bersama Danantara Indonesia telah memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan sekaligus memberikan ruang untuk melakukan reinvestasi.

"Transformasi yang kami jalankan bersama Danantara telah memperkuat kinerja dan daya saing Pupuk Indonesia, sekaligus memberikan ruang bagi kami untuk melakukan reinvestasi dan meneruskan estafet industrialisasi," ujar Rahmad.

Transformasi perusahaan mencakup penerapan operational and digital excellence, penguatan peran holding dan business streamlining, penyempurnaan distribusi public service obligation (PSO), hingga penguatan bisnis komersial. Selain itu, perseroan memperluas sumber pasokan dan skema kontrak bahan baku guna meredam dampak volatilitas harga komoditas.

Dari sisi tata kelola, penerapan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 turut meningkatkan kepastian pasokan bahan baku, memperkuat disiplin biaya, dan menciptakan ruang investasi yang sehat.

Pada sektor pelayanan, penyaluran pupuk bersubsidi sepanjang 2025 mencapai 8.110.571 ton, naik 10,68 persen berkat implementasi sistem i-Pubers, Command Center, serta penyederhanaan tata kelola melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.

Rahmad menegaskan keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja keuangan maupun jumlah pupuk yang diproduksi, tetapi juga dari kontribusi perusahaan dalam memudahkan akses pupuk bagi petani, memperkuat industri nasional, dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Loncatan kinerja keuangan Pupuk Indonesia ini memberikan kepastian pasokan pupuk dan penguatan iklim industri manufaktur nasional. Kinerja positif BUMN pupuk ini menjadi modal krusial dalam menopang ketahanan pangan dan sektor pertanian di Indonesia.(*)