EmitenNews.com - PT Phapros Tbk. (PEHA), bagian dari Holding BUMN Farmasi naungan Kimia Farma (KAEF) dan Danantara Indonesia itu, menorehkan pertumbuhan laba bersih pada semester I 2026.

Mengacu laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba bersih PEHA melenting setinggi 511,01% YoY menjadi Rp14,97 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu laba bersih tercatat Rp2,45 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo dalam penyataan resminya Sabtu (29/8/2026) menyebut kinerja positif ini ditopang atas naiknya penjualan dan efisiensi operasional di tubuh perseroan.

"Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dobel) digit hingga akhir tahun 2026," ujar Intan.

Penjualan bersih PEHA naik 5,37% YoY menjadi Rp482,85 miliar dari Rp458,22 miliar di semester I/2025. Kenaikan ini didorong produk-produk bermargin tinggi.

Intan berlanjut, "Kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia."

Efisiensi juga terlihat dari penurunan cost ratio HPP terhadap penjualan. Pada Juni 2026 cost ratio HPP hanya 49%, turun dari 52% di periode sama tahun lalu. Alhasil margin laba kotor naik menjadi 50,4% dari 48,0%.

Posisi kas juga menguat. Kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tercatat Rp162,47 miliar, naik 215,6% dari Rp51,49 miliar per 30 Juni 2025. Total aset naik 4,66% menjadi Rp1,45 triliun dari Rp1,39 triliun per 31 Desember 2025.

Siapkan Produk Baru & Genjot Ekspor

Selain kinerja keuangan, PEHA juga menyiapkan inovasi produk baru. Perseroan tengah mempersiapkan produksi serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk kasus penyakit dental.