EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) atau SMGR  hingga kuartal I-2024 mencatatkan laba bersih Rp 471,8 miliar atau tergerus 15,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih mencapai Rp 561,6 miliar. Sedangkan volume penjualan mencapai 9,18 juta ton dengan pendapatan Rp8,38 triliun. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, industri semen domestik mengalami kontraksi pada kuartal I tahun 2024. Terutama segmen semen kantong (ritel) yang berkontribusi sekitar 70% dari total pendapatan SIG.

“Kondisi ini berdampak pada penurunan volume penjualan dan pendapatan SIG. Di sisi lain, SIG berhasil meningkatkan volume penjualan pada segmen curah (proyek dan business to business) dan ekspor,” katanya, Rabu (1/5/2024).

Menurutnya, SIG mampu menjaga profitabilitas melalui berbagai program pengelolaan biaya dan operational excellence. Sehingga beban pokok pendapatan tercatat turun 4,9% secara tahunan dan beban usaha tercatat 4,3% lebih rendah dari tahun lalu. 

Di samping inisiatif efisiensi biaya, SIG juga berfokus pada pengelolaan arus kas sehingga kondisi likuiditas dan solvabilitas dapat terjaga.

“Upaya-upaya tersebut mendukung kemampuan SIG untuk dapat meminimalkan dampak kontraksi permintaan semen, sehingga SIG dapat mempertahankan margin EBITDA sebesar 20,7% dan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp472 miliar pada kuartal I tahun 2024,” kata Vita Mahreyni.

Ke depan, Vita Mahreyni menyampaikan, SIG optimis industri semen domestik masih memiliki prospek yang baik. Hal ini didorong oleh permintaan semen untuk pengembangan properti dan perumahan menyusul backlog pembangunan perumahan nasional yang mencapai 12,75 juta unit.

“Kemudian pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang akan membantu utilisasi kapasitas industri semen Domestik,” terangnya.

Saat ini, SIG turut berkontribusi dengan memasok 3.000 – 4.000 ton bahan bangunan per hari untuk pembangunan IKN. Sejak Desember 2022 hingga Februari 2024, SIG telah memasok 400 ribu ton bahan bangunan dari fasilitas di Balikpapan dan Samarinda untuk berbagai paket pekerjaan. 

Seperti Istana Negara, Kantor Presiden, Lapangan Upacara yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), hingga Jalan Tol IKN Seksi 3A (Karang Joang-KKT Kariangau), Seksi 3B (KKT Kariangau-Simpang Tempadung), dan Seksi 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang).