EmitenNews.com - Asuransi Bintang (ASBI) telah meelaporkan dugaan tindak pidana penggelapan uang, dan investasi kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Setidaknya, ada enam orang telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Laporan tersebut telah dilakukan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Pelaporan tersebut terekam dengan laporan polisi Nomor : LP/B/386/VIII/2026/SPKT/Bareskrim Polri Tanggal 21 Agustus 2026. Laporan telah resmi diterima sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTL/386/VIII/2026/BARESKRIM Tanggal 21 Agustus 2026.

ASBI telah melaporkan peristiwa dugaan tindak pidana Perasuransian, penipuan, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU/Money Laundering), terhadap para pelaku. Yaitu, JCM, RNN, PH, NMS, MAI, dan AA.

Dengan demikian, ASBI menyampaikan soal perkembangan proses penanganan dugaan tindak pidana penggelapan uang, dan investasi. ”Tersebab, tindakan itu telah menyebabkan menurunnya investasi berupa Surat Berharga Negara (SBN), dan juga kas perseroan,” tegas Hastanto Sri Margi Widodo, Presiden Direktur ASBI. 

Jejak Karier Jenry

Salah satu pelaku yang dilaporkan dengan inisial JCM alias Jenry Cardo Manurung. Jenry telah dibebastugaskan dari posisi direktur keuangan, dan layanan. Kursi panas Jenry dijabat presiden direktur perseroan Hastanto Sri Margi Widodo. Jenry lahir di Jakarta pada 1 Januari  1972. Ia mendapat gelar sarjana dari Universitas Atmajaya pada 1996, meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Atmajaya pada  2004, dan Doktoral Ilmu ekonomi pada 2021 dari Universitas Gunadarma. 

Memulai karier pada 1996  di  Kantor Akuntan Publik Hans Tuanakotta Mustofa & Halim (Member or Deloitte) hingga tahun 2004. Selama 9 tahun berpengalaman dalam melakukan General Audit, Special Audit (IPO-Due Diligence-dll) baik untuk Perusahaan Nasional maupun Joint Venture. Berpengalaman terutama untuk industri Asuransi, Dana Pensiun, Manufacturing dan Broadcasting.

Jenry mengikuti berbagai seminar dan  pelatihan baik dalam maupun  diluar  negeri,  antara  lain seperti Kepemimpinan, Perencanaan Strategis, Investasi, Akuntansi, Perpajakan dan Audit. Jenry juga berpengalaman dan aktif sebagai tenaga pengajar di berbagai institusi seperti trainer KAP Hans Tuannakotta Mustofa & Halim (Member or Deloitte), Tenaga Pengajar Akuntansi Dana Pensiun di Universitas Indonesia dan saat ini sebagai Dosen Akuntansi dan Solvabilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Risiko & Asuransi (STIMRA).

Diangkat menjadi direktur keuangan, dan layanan sesuai dengan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham  Tahunan  No.  42  pada  9 Juni 2011. Nah, untuk meningkatkan kemampuan dalam hal manajemen risiko, pada 2015 mengikuti Sertifikat Kompetensi Manajemen  Risiko  perusahaan Perasuransian tingkat 5, dan mendapatkan sertifikat kompetensi pada tahun 2016 dengan Kompetensi Penerapan Analisis Risiko Perusahaan Perasuransian Yang sangat kompleks untuk peningkatan kinerja perusahaan (utama) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Sejak 2011 juga menjadi pengurus di Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua AAUI, Ketua Bidang Keuangan, Akuntansi & Perpajakan. Bergabung Asuransi Bintang pada 2004. (*)