EmitenNews.com -PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) menyampaikan laporan keuangan tahun fiskal 2025 yang telah diaudit, dengan mencatatkan kinerja yang solid di tengah tantangan ekonomi global. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,1 persen dari realisasi tahun fiskal 2024 sebesar Rp3,9 triliun menjadi Rp4,3 triliun. Selain itu, laba bersih pada tahun fiskal 2025 juga meningkat 15 persen  menjadi Rp620 miliar dibandingkan Rp539 miliar pada tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan Perseroan untuk tahun 2025, yaitu pendapatan sebesar Rp4,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp600 miliar. 

“Ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini telah mendorong lonjakan harga komoditas global dan meningkatkan ketidakpastian pasar, sehingga membuat prospek 2026 menjadi semakin menantang. Menyikapi kondisi tersebut, manajemen akan terus memperkuat efisiensi operasional serta mengambil langkah yang cermat dan adaptif guna untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap solid,” ujar Haryanto Tjiptodihardjo, Direktur Utama Perseroan. 

Meskipun demikian, Perseroan tetap mempertahankan target kinerja 2026 yang telah diumumkan sebelumnya, yaitu pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp700 miliar. Sementara itu, Perseroan menargetkan pendapatan kuartal I 2026 berada pada rentang Rp1,1 hingga Rp1,2 triliun.

Kinerja profitabilitas turut menunjukkan perbaikan, dengan laba kotor mencapai Rp1,7 triliun pada FY2025, meningkat dari Rp1,5 triliun pada FY2024. Peningkatan ini juga tercermin pada margin laba kotor yang membaik dari 39,4% menjadi 39,5%.  Laba usaha Perseroan pada tahun fiskal 2025 tercatat sebesar Rp848 miliar, mengalami kenaikan 6,8% dibandingkan Rp795 miliar pada tahun sebelumnya.

EBITDA Perseroan pada FY2025 tercatat sebesar Rp1 triliun, meningkat 8,7% dibandingkan Rp949 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Rasio utang terhadap EBITDA menurun dari 1,4x pada FY2024 menjadi 0,6x pada FY2025. Sementara, rasio EBITDA terhadap beban bunga pada FY2025 tercatat sebesar 13,2x, dibandingkan 14,5x pada FY2024.