Listing di Bursa Hong Kong, Ini Penjelasan EMAS
:
0
Pengurus Merdeka Resources mendapat penjelasan dari direktur Bursa Efek Indonesia usai seremoni pencatatan perdana saham perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Merdeka Gold Resources (EMAS) disebut-sebut bakal melakukan pencatatan saham di Bursa Hong Kong. Ba?kan, perseroan dirumorkan telah menunjuk Citic Seurities Co, Morgan Stanley, dan UBSS Group AG. Rencana tersebut masih dalam tahap diskusi menuju eksekusi.
Merespons itu, manajemen Merdeka Gold tidak menampik. Di mana, perseroan masih dalam tahap awal untuk menjajaki kemungkinan pencatatan saham di Bursa Hong Kong. Oleh karena itu, perseroan belum memiliki rencana detil, dan definitif mengenai rencana tersebut.
Selain itu, belum ada informasi material yang dapat disampaikan kepada publik, termasuk informasi rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong beserta tujuan utama, perkiraan waktu, dan dampak terhadap kinerja, dan strategi jangka panjang perseroan.
”Perseroan berkomitmen untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan khususnya bidang pasar modal, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi atas setiap informasi atau fakta material sesuai ketentuan berlaku,” tegas Adi Adriansyah Sjoekri, Corporate Secretary Merdeka Gold.
Merdeka Gold mengelola Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, Sulawesi, yang merupakan proyek strategisnya di Pulau Sulawesi, mengoperasikan metode heap leach dan akan mengembangkan fasilitas carbon-in-leach (CIL), dengan target produksi emas perdana kuartal I-2026.
Tambang Emas Pani merupakan salah satu aset utama Merdeka Copper (MDKA) dengan potensi produksi emas berskala besar dan umur tambang multidekade. Dengan cadangan bijih 190 juta ton mengandung 4,8 juta ounce emas, Pani akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.
Sepanjang perdagangan kemarin, saham EMAS stagnan di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) drop 7,35 persen. Mengawali perdagangan, saham EMAS dibuka Rp6.900, dengan posisi tertinggi Rp7.250 per helai, dan terendah Rp6.600 per lembar. (*)
Related News
Laba Bersih CBDK Semester I 2026 Lompati Full Year 2025
Penjualan Emiten Anthoni Salim Naik, Laba Bersihnya Turun Jadi Rp4,72T
MTEL Catat Pendapatan Rp4,69 Triliun, Transformasi Searah Danantara
Danamon (BDMN) Bukukan Laba Bersih Rp2,4 Triliun, Tumbuh 33 Persen
Partisipasi Minim, Iforte Perpanjang Masa VTO IBST hingga 3 September
Direktur Wira Global Solusi (WGSH) Ini Undur Diri, Efektif 31 Juli





