Penghuni Tetap MSCI, Laba Emiten Prajogo (PTRO) Meroket Ratusan Persen
:
0
Sejumlah pekerja tengah bersiap di area pertambangan perseroan. FOTO - Dok PTRO
EmitenNews.com - Petrosea (PTRO) medio 2026 mengemas laba bersih USD10,78 juta. Melambung 913,08 persen dari episode sama tahun lalu hanya USD1,07 juta. Menyusul hasil impresif itu, laba per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan emiten Prajogo Pangestu tersebut menjadi USD0,0003 dari periode sebelumnya USD0,0004.
Pendapatan USD543,98 juta, meroket 59,55 persen dari edisi sama tahun sebelumnya USd340,93 juta. Beban usaha langsung USD496,95 juta, mengalami pembengkakan dari periode sama tahun lalu USD292,64 juta. Laba kotor terakumulasi USD47,02 juta, susut dibanding posisi sama tahun 2025 senilai USD48,29 juta.
Beban penjualan dan administrasi USD20,07 juta, bengkak dari USD15,41 juta. Beban bunga USD33,43 juta, bertambah dari USD20,78 juta. Penghasilan bunga USD1,08 juta, susut dari USD1,67 juta. Beban pajak final USD5,36 juta, naik dari USD2,56 juta. Keuntungan dan kerugian lain-lain USD15,02 juta, melejit 547 persen dari minus USD3,36 juta.
Total beban USD42,75 juta, naik dari fase sama tahun lalu USD40,45 juta. Laba sebelum pajak USD4,27 juta, anjlok dari edisi sama tahun sebelumnya USD7,84 juta. Beban pajak penghasilan USD2,72 juta, menciut dari periode sama tahun lalu USD3,71 juta. Laba bersih periode berjalan USD9,17 juta, melejit dari USD1,28 juta.
Jumlah ekuitas USD321,28 juta, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya USD307,45 juta. Total liabilitas USD1,2 miliar, mengalami penciutan dari akhir 2025 sebesar USD1,27 miliar. Jumlah aset USD1,52 miliar, mengalami koreksi dari akhir tahun lalu sebesar USD1,58 miliar.
Perkuat Bisnis Logistik
Di sisi lain, PTRO menuntaskan pembelian saham Sejahtera Terminal Logistik (STL). Tindakan itu, dilakukan melalui anak usaha yaitu Petrosea Engineering Procurement Construction, dan Rekakarsa Karya Nusantara. Transaksi pembelian terjadi dengan harga Rp880 juta.
STL bergerak bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Nah, pembelian saham itu diharap dapat memperkuat lini bisnis Jasa Logistik & Pendukung perseroan. ”Transaksi telah dipatenkan pada 15 September 2026,” tegas Anto Broto, Corporate Secretary Petrosea.
Dengan penuntasan transaksi itu, komposisi pemegang saham STL menjadi sebagai berikut. Yaitu, Petrosea Engineering 1.497 helai setara Rp748,5 juta lembar alias 99,80 persen, dan Rekakarsa Karya 3 saham dengan nonimal Rp1,5 juta setara 0,20 persen.
PTRO berkeyakinan pembelian seluruh saham STL akan memberi dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional, mendkung ekspansi usaha melalui penguatan sinergi, dan integrasi rantai nilai.
Related News
Masuk Usia 34 Tahun, TPIA Perkuat Ekspansi Energi dan Infrastruktur
Wujud Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN Oleh Emiten Haji Isam Makin Jelas
H Isam Caplok 30 Persen, Saham BYAN Meledak
BEI Sorot Lagi Saham Bank Hary Tanoe (BABP), Begini Jawaban Manajemen
Kejar Free Float, Yupi Indo (YUPI) Siapkan 4 Opsi, Salah Satunya ESOP
Saham FCA Ini Melejit ARA & Disuspensi BEI Secara Tiba-Tiba, Kenapa?





