Longsor 164 Persen, Widodo Makmur Unggas (WMUU) Kuartal I-2023 Berbalik Tekor Rp26 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Widodo Makmur Unggas (WMUU) tiga bulan pertama 2023 merugi Rp26,04 miliar. Longsor 164 persen dari episode sama tahun sebelum dengan laba Rp40,65 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar menjadi Rp2,01 dari posisi sama tahun lalu surplus Rp3,14 per eksemplar.
Koreksi laba itu seiring penjualan bersih Rp124,74 miliar, anjlok 80 persen dari periode sama tahun lalu Rp630,45 miliar. Beban pokok penjualan Rp126,15 miliar, bengkak 76 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp541,98 miliar. Laba kotor Rp1,40 miliar, terjun bebas 101 persen dari fase sama tahun lalu Rp88,47 miliar.
Beban usaha Rp11,95 miliar, susut dari Rp25,07 miliar. Pendapatan usaha lain Rp3,67 miliar, melejit dari Rp1,85 miliar. Beban usaha lain Rp1,30 miliar, turun dari Rp1,47 miliar. Laba usaha Rp10,99 miliar, drop 117 persen dari edisi sama tahun lalu Rp63,77 miliar. Penghasilan keuangan Rp12,15 juta, turun dari Rp29,97 miliar.
Beban keuangan Rp15,06 miliar, bengkak dari Rp11,66 miliar. Rugi sebelum pajak penghasilan Rp26,04 miliar, menukik tajam 149 persen dari posisi sama tahun sebelumnya surplus Rp52,13 miliar. Rugi bersih tahun berjalan Rp26,04 miliar, mengalami koreksi signifikan dari edisi sama tahun sebelumnya dengan laba bersih Rp40,65 miliar.
Jumlah ekuitas Rp1,17 triliun, mengalami koreksi dibanding edisi akhir tahun sebelumnya Rp1,19 triliun. Total liabilitas Rp1,44 triliun, mengalami penyusutan dari episode sama tahun sebelumnya Rp1,51 triliun. Jumlah aset Rp2,62 triliun, mengalami penciutan dari edisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp2,71 triliun. (*)
Related News
Tambah Porsi Direktur Ini Beli 1,4 Miliar Saham Impack Pratama (IMPC)
BBCA Sediakan Tabungan Emas di myBCA, Mulai dari 10 Ribu
Tabungan Emas Tumbuh 207 Persen, Begini Catatan BSI (BRIS) Bengkulu
Laba Semester I-2026 Rp4,3T CIMB Niaga (BNGA) Salurkan Kredit Rp247T
Komisaris dan 4 Direktur Kompak Beli Saham Bank Mestika Dharma (BBMD)
Pembiayaan Kendaraan Berbasis Syariah Tumbuh Kuat, Ini Penjelasan BSI





