MAHA Mulai Buyback, Sahamnya Drop
Salah satu armada angkuta tambang milik MAHA.
EmitenNews.com - PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA) berencana melaksanakan pembelian kembali saham (buyback) dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, dengan alokasi dana terkumpul mencapai Rp153,6 miliar. Dana tersebut merupakan sisa hasil realisasi dari program buyback sebelumnya.
Ivan Darwin, Corporate Secretary MAHA, dalam keterangan tertulis Jumat (24/10) menyampaikan bahwa nilai tersebut sudah mencakup biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait pembelian kembali saham.
“Pelaksanaan buyback tidak mengakibatkan penurunan pendapatan dan tidak memberikan dampak atas biaya pembiayaan Perseroan mengingat dana yang digunakan adalah dana internal Perseroan yang berasal dari laba ditahan,” ujarnya.
MAHA menargetkan buyback atas saham yang telah beredar dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan jumlah tidak melebihi 10% dari modal disetor, sementara ketentuan minimal saham beredar tetap 7,5% dari modal disetor. Program ini akan berlangsung mulai 23 Oktober 2025 hingga 16 Maret 2026.
Manajemen menilai aksi korporasi ini tidak berdampak material terhadap proforma laba per saham, karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasional. Seluruh transaksi akan dilakukan melalui BEI dengan menggunakan jasa perantara pedagang efek yang ditunjuk.
Ivan menegaskan, langkah buyback ini menjadi upaya Perseroan untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap nilai fundamental MAHA serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang.
“Saham treasury dapat dijual di masa yang akan datang dengan nilai yang optimal jika Perseroan memerlukan penambahan modal,” tutupnya.
Saham MAHA pada perdagangan hari ini Jumat (24/10) tercatat drop tipis 0,71% setara 1 poin di Rp140.
Related News
Panggilan RUPSLB PLIN, Bahas Pengurangan Modal dan Penjaminan Aset
Tak Hanya BCA, Ini Sederet Emiten yang Siap Buyback Saham
WIIM Integrasikan Operasi Divisi Filter Lewat Office Block Baru
Lanjutkan Hajatan Obligasi Rp3T, Hino Finance Rilis Rp800M
Kinerja Produksi 2025 Solid, IPCM Siap Tancap Gas di 2026
Puncaki ARA Saat yang Lain ARB, Saham STAR Berujung Suspensi





