EmitenNews.com - Makin kaya saja Andi Syamsudin Arsyad. Kekayaan pengusaha tambang yang karib disapa Haji Isam itu, sudah mencapai Rp100 triliun. Lonjakan kekayaan Haji Isam itu, diraih berkat kenaikan harga saham perusahaan publik miliknya, Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), secara signifikan.

Mengutip CNBC Indonesia, Sabtu (27/9/2025), diketahui sejak awal tahun, saham Haji Isam melesat 1.271 persen dengan kapitalisasi pasar JARR saat ini mencapai Rp39,23 triliun.

Tidak itu saja. Perusahaan lain miliknya, yakni Dana Brata Luhur (TEBE) juga telah naik 351 persen dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp3,62 triliun.

Di luar itu, saham perusahaan yang dikendalikan oleh kedua anaknya, Pradiksi Gunatama (PGUN), juga ikut melonjak. Saham PGUN sejak awal tahun (YTD) naik 3.520 persen dengan kapitalisasi pasar Rp88,07 triliun.

CNBC Indonesia, Jumat (26/9), menulis harta Haji Isam yang terikat secara langsung dan tidak langsung lewat JARR mencapai Rp30,97 triliun, lewat PGUN sapai Rp67,54 triliun, dan TEBE sekitar Rp2,79 triliun. Jumlah keseluruhannya mencapai Rp101,3 triliun atau lebih dari USD6,1 miliar.

Tidak terlalu mengherankan kalau total kekayaan Haji Isam itu, lebih tinggi dari sejumlah nama besar yang lebih dulu masuk daftar orang terkaya versi Forbes. Misalnya, saja bos Alfamart Djoko Susanto dengan kekayaan USD2,7 miliar hingga bos emiten tambang nikel Harita (NCKL) Lim Hariyanto dengan kekayaan USD5,2 miliar.

Tetapi, meski kekayaan lebih tinggi dari jumlah harta dua konglomerat tersebut, Haji Isam belum masuk dalam daftar orang terkaya Forbes.

Nasib baik berpihak pada pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 1 Januari 1977 itu

Apa pun kemunculan Haji Isam yang akhir-akhir ini sudah sejajar dengan pengusaha besar lainnya di Tanah Air, cukup menarik perhatian. Terutama jika menilik perjalanan pria asal Bone, Sulawesi Selatan yang merantau ke Kalimantan Selatan, dan membangun kariernya dimulai dari bekerja serabutan, sampai tukang ojek.

Lalu, peruntungannya meningkat dengan menjadi sopir truk, pekerja perkayuan, hingga bekerja di perusahaan tambang. Nasib baik kemudian berpihak pada pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, 1 Januari 1977 itu. Belakangan Haji Isam dikenal sebagai pengusaha tambang, yang kemudian menjangkau berbagai bidang usaha.