Manufaktur RI Capai Rekor Tertinggi, Minim Atasi Pengangguran
:
0
PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada bulan sebelumnya namun belum menciptakan lapangan kerja yang banyak untuk mengatasi pengangguran. Foto: Disway.
EmitenNews.com - Sektor manufaktur Indonesia mencatat peningkatan yang meyakinkan pada awal kuartal keempat tahun ini atau bulan Oktober. Permintaan baru meningkat dengan laju paling tajam dalam lima tahun terakhir. Hal itu mendorong peningkatan terbesar dalam volume produksi sejak bulan Maret 2024.
Dalam laman resmi PMI Manufaktur S&P Global yang dipublikasikan, Senin (2/11/2026), sepanjang Oktober 2026, pertumbuhan penjualan juga meluas ke pasar internasional, dengan pesanan ekspor baru meningkat dengan kecepatan tercepat sejak survei dimulai pada bulan April 2011.
Perusahaan menanggapinya dengan meningkatkan pembelian dan penyimpanan input, meskipun penciptaan lapangan kerja hanya bersifat marginal. Artinya pertumbuhan PMI yang tinggi belum mampu mengatasi pengangguran di Indonesia.
Dari segi harga, inflasi biaya input meningkat, sehingga mendorong produsen Indonesia untuk menaikkan harga barang mereka dengan lebih cepat.
Pertumbuhan itu yang tinggi tersebut tercermin dari PMI Manufaktur S&P Global Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada bulan sebelumnya, menandakan peningkatan yang solid pada kesehatan sektor produksi barang yang paling menonjol sejak bulan Maret 2024.
Menurut PMI Manufaktur S&P Global, inti dari kenaikan bulan Oktober adalah menguatnya permintaan terhadap barang-barang manufaktur Indonesia. Pesanan baru meningkat selama tiga bulan berturut-turut, dan merupakan laju tercepat sejak Oktober 2021.
Perusahaan-perusahaan yang disurvei oleh S&P Global mengaitkan peningkatan tersebut dengan peningkatan kepercayaan pelanggan dan peluncuran produk baru. Peningkatan total penjualan diimbangi dengan pesanan ekspor baru, yang tumbuh pada tingkat paling tajam sejak pengumpulan data dimulai pada bulan April 2011.
Tren permintaan yang positif menyebabkan perusahaan meningkatkan produksi selama dua bulan berturut-turut. Perusahaan juga memanfaatkan persediaan barang jadi yang ada untuk memenuhi pesanan yang masuk, mengakibatkan.
Meski begitu, kendala kapasitas masih terus terjadi, dengan tumpukan pekerjaan yang sedikit meningkat selama empat bulan berturut-turut.
Produsen barang meningkatkan pembelian input untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Oktober guna mengimbangi kebutuhan produksi.
Related News
Harga Emas Rebound ke USD3.900, Antam Naik Rp5.000
Saham Teknologi Jepang Ikut Terseret Penurunan Intel
PMI Manufaktur Thailand dan Malaysia Oktober 2026 Kompak Melonjak
Bursa AS Menguat Tipis Sambut Pekan Padat November
Anjloknya Intel Bawa Efek Domino ke Saham Semikonduktor Korea
Sinyal Kompromi Iran-AS Tekan Minyak Acuan ke USD102 per Barel





