EmitenNews.com - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo melemah 0,3 persen menuju level 63.000 pada perdagangan Senin (2/11). Penurunan ini memperpanjang tren koreksi dari sesi sebelumnya seiring saham sektor teknologi yang terus berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap keberlanjutan investasi di sektor kecerdasan buatan.

Berdasarkan laporan Trading Economics, pelemahan pasar saham Jepang mencerminkan koreksi tajam yang terjadi di bursa Wall Street Amerika Serikat pada Jumat lalu. Penurunan tajam saham Intel yang anjlok hampir 30 persen di AS menjadi sentimen negatif utama yang menjalar ke pasar Asia.

Di pasar domestik Jepang, rilis kinerja pendapatan sektor teknologi yang mengecewakan menyeret turun saham-saham berbasis kecerdasan buatan. Saham Kioxia mencatatkan penurunan drastis sebesar 13 persen, diikuti Ibiden Co yang melemah 6 persen, serta Screen Holdings yang terkoreksi 5,8 persen. Penurunan ini turut menjangkiti saham sektor perbankan utama, seperti Mitsubishi UFJ yang turun 2,3 persen, Sumitomo Mitsui terkoreksi 2,6 persen, dan Mizuho Financial yang melemah 2,5 persen.

Saat ini investor global mengalihkan perhatian pada rilis data upah Jepang pekan ini guna melihat arah kebijakan moneter Bank of Japan selanjutnya. Pada pekan lalu, Bank of Japan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap, namun memberi sinyal bahwa inflasi inti telah mencapai target 2 persen.

Koreksi pada bursa saham utama Asia ini berpotensi memberikan tekanan eksternal bagi pasar keuangan Indonesia. Pelemahan indeks acuan regional dapat memicu kehati-hatian investor di Pasar Modal Indonesia, yang berisiko menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan serta mempengaruhi pergerakan arus modal asing di dalam negeri.(*)