EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia bergerak melemah mendekati level USD102 per barel, sementara minyak acuan Brent turun mendekati USD111 per barel pada hari Senin (2/11).

Trading Economics mencatat penurunan ini menekan harga minyak mundur dari level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir seiring langkah investor mencermati perkembangan upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi aksi militer lanjutan dari Amerika Serikat terhadap Iran. Diplomat dari Qatar dan Iran dilaporkan melanjutkan perundingan untuk hari ketiga berturut-turut demi mencapai kesepakatan penghentian konflik sebelum pelaksanaan pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat minggu ini.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menahan diri dari serangan baru ke Iran sebelum pemilu. Negosiasi dengan Teheran sedang berjalan baik, kata Trump, meski ia tidak mengesampingkan opsi tindakan militer lebih lanjut setelah pemilu usai.

Pemerintah Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap serangan baru akan memicu aksi balasan terhadap sasaran Amerika Serikat dan Israel di negara-negara tetangga. Di sisi lain, kelompok OPEC+ pada akhir pekan sepakat mempertahankan target produksi minyak hingga Desember mendatang untuk terus mengevaluasi dinamika pasokan dan permintaan global.

Penurunan harga minyak mentah global ini memberikan sentimen positif bagi stabilitas fiskal nasional. Penurunan harga acuan dunia berpotensi mengurangi beban subsidi energi APBN serta menekan tekanan inflasi dari sektor impor bahan bakar minyak dalam negeri.(*)