Masuk Ekosistem Grup Djarum, BACH Optimistis Tumbuh
:
0
Kiri-kanan: Jajaran Manajemen PT Bach Multi Global Tbk. (BACH), Budi Kurniawan Direktur Utama, Hasby Jap Direktur, Anita Anwar Komisaris Utama, dan Audia Michael Septian Direktur. Foto: EmitenNews/Rizki.
EmitenNews.com - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) memasuki babak baru perjalanan sebagai perusahaan terbuka di tahun 2026. Sejalan dengan itu, masuknya Grup Djarum melalui Global Telekomunikasi Prima (GTP) sebagai pemegang saham pengendali, menjadi sinyal kuat atas komitmen jangka panjang perseroan.
Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan mengatakan, komitmen tersebut tercermin daalam mekanisme yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) paska pencatatan saham BACH. Di mana seluruh saham pendiri tidak dapat diperjualbelikan di pasar karena ditempatkan (locked) melalui underwriter.
Di sisi lain, Grup Djarum memperkuat posisi BACH di dalam ekosistem infrastruktur digital nasional. Sebab, setelah transaksi tersebut efektif, GTP akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 51%.
“Sehingga BACH akan menjadi bagian dari ekosistem Grup Djarum yang telah memiliki jaringan bisnis infrastruktur telekomunikasi melalui Protelindo, TOWR, iForte, hingga SUPR,” kata Budi dalam keterangan resmi, Senin (27/7).
Budi juga menilai, eksositem tersebut membuka peluang sinergi yang lebih luas, baik pada pengembangan proyek, perluasan pelanggan, maupun peningkatan pendapatan berulang (recurring income) dari jasa konstruksi, pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, serta bisnis penyewaan genset.
Secara fundamental, BACH juga menunjukkan kinerja yang terus membaik. Pada tahun buku 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,73 triliun atau tumbuh hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp156 miliar, sementara Net Profit Margin meningkat menjadi 9% dan Return on Equity mencapai 29%.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kontribusi bisnis penjualan dan penyewaan genset, yang kini menjadi kontributor terbesar pendapatan Perseroan, disertai efisiensi operasional yang semakin baik,” ujar Budi.
Ia juga memproyeksikan, prospek bisnis BACH memiliki peluang besar terhadap permintaan solusi backup power yang diperkirakan terus meningkat seiring ekspansi kawasan industri, pertambangan, data center dan pembangunan infrastrutktur telekomunikasi di Indonesia.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan digitalisasi nasional, pengembangan jaringan fiber optik, serta implementasi 5G diperkirakan akan terus mendorong kebutuhan layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang menjadi salah satu bisnis utama Perseroan.
Pada saat yang bersamaan, peringkat kredit Indonesia dipertahankan di level BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek dengan outlook stabil oleh S&P.
Related News
Integrated Auto Solutions Topang Kinerja IPCC, Q12026 Raup Laba Rp103M
Tambah Investasi di TOWR, Lingkarmulia Kerek Kepemilikan ke 5,3 Persen
Perkuat Layan Digital Segmen Korporasi, INET Luncurkan NewConnext
KAEF Sampaikan Kabar Duka, Komisarisnya Meninggal Dunia
Astra (AUTO) Pacu Penjualan Q2-2026 Rp10,85T, Laba Naik 22,48 Persen
Green Power (LABA) Raup Untung Besar dari Bisnis Baterai





