MEJA Akuisisi 45 persen Saham Perusahaan Batubara Rp1,6 Triliun
ilustrasi batubara. DOK/ISTIMEWA
EmitenNews.com -PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) bersiap melakukan ekspansi bisnis besar-besaran di sektor batu bara. Pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama (PSP), mengumumkan langkah strategis akuisisi 45% saham pengendali di PT Trimata Coal Perkasa (PT TCP), sebuah perusahaan batu bara skala besar di Sumatera Selatan.
Rencana akuisisi ini diformalkan melalui penandatanganan perjanjian bersyarat antara PSP dan pemegang saham pengendali PT TCP pada tanggal 22 Desember 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab PSP untuk pengembangan usaha MEJA yang berorientasi pada pertumbuhan.
Detail Akuisisi dan Potensi Pengendalian, nilai total akuisisi 45% saham pengendali PT TCP tersebut disepakati sebesar Rp1,6 Triliun, yang akan dibayarkan melalui beberapa tahapan. Meskipun hanya mengakuisisi 45%, MEJA akan memperoleh hak yang memenuhi persyaratan untuk menjadikannya pemegang saham pengendali di PT TCP, sesuai dengan mekanisme dan ketentuan pasar modal yang berlaku.
Perlu dicatat, PSP menyatakan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara PT Triple Berkah Bersama (PSP) dengan PT Trimata Coal Perkasa (PT TCP). Aset dan Prospek Batu Bara Skala Raksasa. Akuisisi ini membuka akses bagi MEJA ke aset batu bara signifikan. PT TCP memiliki konsesi batu bara seluas kurang lebih 11.640 hektar di Sumatera Selatan.
Berdasarkan laporan JORC (Joint Ore Reserves Committee) dari konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, aset PT TCP menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan:Estimasi Sumber Daya Batubara yang Dapat Ditambang (Mineable Coal Resources): Sekitar 693,7 juta ton.
Kualitas Batu Bara: Hampir seluruh sumber daya tersebut memiliki nilai kalori kotor (Gross Caloric Value) di atas 5.000, menunjukkan kualitas yang tinggi dan berdaya jual. Dari sisi produksi, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) IUP OP yang diterbitkan oleh instansi berwenang, PT TCP memiliki izin produksi untuk periode 2024-2026 sebanyak 2.600.000 ton.
Rencana akuisisi jumbo ini secara prospektif akan mentransformasi lini bisnis MEJA dan memperkuat posisinya di sektor energi, sejalan dengan kebutuhan global yang masih tinggi terhadap komoditas batu bara berkualitas.
Related News
Aksi Borong Direksi! Saham SIDO Dibeli di Harga Rp515 per Lembar
WOMF Bagi Dividen Rp12,28 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya!
Danantara Caplok PNM Investment Management, Nilai Transaksi Rp345M
RUPSLB TAYS Rombak Direksi dan Komisaris
Kinerja 2025 Solid, MTEL Siap Dukung Pemerataan Digitalisasi Nasional
Pendapatan Merosot, Laba CASA Terkoreksi 7,3 Persen di 2025





