Melandai, Inflasi Bulanan Oktober 2026 Tercatat 0,22 Persen
:
0
Foto: Pexels
EmitenNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi bulanan atau month-to-month pada Oktober 2026 sebesar 0,22 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date berada di level 2,40 persen.
Sementara itu, tingkat inflasi tahunan atau year-on-year pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 112,56. Angka inflasi tahunan ini melandai jika dibandingkan dengan posisi September 2026 yang sebesar 3,28 persen, namun lebih tinggi dari catatan Oktober 2025 yang sebesar 2,86 persen.
Pergerakan inflasi tahunan tersebut didorong oleh peningkatan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,87 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,82 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,52 persen.
Komoditas utama yang memberikan andil dominan terhadap inflasi bulanan Oktober 2026 meliputi cabai merah sebesar 0,13 persen, cabai rawit sebesar 0,05 persen, tomat sebesar 0,04 persen, serta sawi hijau dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen. Adapun pendorong inflasi tahunan didominasi oleh bensin sebesar 0,31 persen, cabai rawit sebesar 0,24 persen, emas perhiasan sebesar 0,22 persen, ikan segar sebesar 0,20 persen, dan beras sebesar 0,17 persen.
Secara geografis, tingkat inflasi tahunan tertinggi tingkat provinsi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 8,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen 117,24. Sebaliknya, tingkat inflasi tahunan terendah tingkat provinsi tercatat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 2,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen 110,54.
Untuk tingkat kabupaten dan kota, inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 10,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen 122,38. Adapun tingkat inflasi tahunan terendah untuk cakupan kabupaten dan kota terjadi di Kota Tangerang sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen 110,52.(*)
Related News
Ekspor Industri Pengolahan Naik 8,93%, Sangga Neraca Dagang RI
Harga Emas Rebound ke USD3.900, Antam Naik Rp5.000
Saham Teknologi Jepang Ikut Terseret Penurunan Intel
Manufaktur RI Capai Rekor Tertinggi, Minim Atasi Pengangguran
PMI Manufaktur Thailand dan Malaysia Oktober 2026 Kompak Melonjak
Bursa AS Menguat Tipis Sambut Pekan Padat November





