Mengekor Wall Street, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEW
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu seiring saham sektor teknologi di tengah perkembangan terbaru dari perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Sikap hati-hati investor menunggu data inflasi paling diperhatikan The Fed yaitu Personal Consumption Expenditures (PCE).
Pelemahan saham sektor teknologi itu sendiri dipimpin oleh saham Alphabet 4,99 persen setelah dua peneliti teknologi kecerdasan buatan terbaiknya pindah ke pesaingnya. Seiring pelemahan itu, emiten teknologi lain juga susut seperti Amazon 4,8 persen, Meta Platforms 2,3 persen, dan Microsoft 3,18 persen.
Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent terkoreksi 3,31 persen menjadi USD77,90 per barel, dan WTI turun 2,32 persen menjadi USD74,82 per barel setelah Amerika dan Iran menyetujui peta jalan untuk menghasilkan kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan.
Koreksi mayoritas indeks bursa Wall Street, aksi jual masif investor asing, dan depresiasi rupiah, dan sikap hati-hati investor menunggu pengumuman MSCI diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga beberapa komoditas berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.015-5.915, dan resistane 6.218-6.320. Menilik data, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Adaro Andalan (?AADI), Alamtrie (?ADRO), London Sumatera (?LSIP), Salim Ivomas (?SIMP), HM Sampoerna (?HMSP), dan ?Harum Energy (HRUM). (*)
Related News
IHSG Dibuka Melempem, Sensitif Aliran Dana Asing
Proyeksi IHSG Hari Ini Jelang Pengumuman MSCI
Tunggu MSCI, IHSG Konsolidatif
Pesta IPO Juli 2026, Lima Calon Emiten Telah Tampil, Cek Daftarnya!
Perkuat Sinergi dengan Pemkab Samosir, BTN Lakukan Tindakan ini
IHSG Merosot ke Level 6.116, DSSA Paling Aktif, MBMA Top Loser LQ45





