Mengkhawatirkan! Dalam Setahun 22 Orang Meninggal Digigit Anjing Rabies di Bali
:
0
Ilustrasi gigitan anjing. dok. Hello Sehat.
EmitenNews.com - Kasus rabies masih mengkhawatirkan di Bali. Kasus rabies atau virus mematikan akibat gigitan hewan bertaring seperti anjing dan kelelawar di Pulau Dewata, semakin mengkhawatirkan. Bayangkan saja. Sepanjang tahun 2022, sebanyak 22 orang meninggal akibat rabies.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (20/12/2022), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widya mengatakan, 22 korban meninggal tersebut tersebar di sejumlah kabupaten. Tetapi, ia memastikan meninggalnya seluruh korban itu, terjadi pada 2022.
Yang terbanyak, 13 orang di Buleleng, empat orang di Jembrana, tiga orang di Bangli, dan masing-masing satu kasus di Karangasem, dan di Gianyar.
Wayan Widya mengatakan, banyaknya kasus rabies di Singaraja, Kabupaten Buleleng, kemungkinan karena populasi anjing di wilayah itu, banyak. Kedua, masyarakat di Bali rata-rata senang pelihara anjing. Ketika digigit, mereka tidak langsung melakukan tata laksana yang benar.
Persoalan lainnya, vaksinasi anjing di Bali sangat rendah. Hanya mencapai 31 persen dari total populasi anjing yang terdata. Wayan Widya mengimbau agar masyarakat penyayang binatang, agar memelihara, dan menyayangi hewan peliharaannya. “Yang belum divaksin iya harus divaksin. Rabies kan melalui gigitan anjing ke anjing. Jadi, agar tidak menggigit orang, dipelihara dengan baik dan dikandangin. ***
Related News
Tren Positif Hubungan RI-Rusia, Nilai Perdagangan Capai USD4,8 Miliar
Kecelakaan Bus Maut di Sumsel, Korban Tewas Jadi 19 Orang
Ada Heri Black dalam Kasus Korupsi Bea Cukai yang Ditangani KPK
Siapkan CNG Pengganti LPG, Pemerintah Rumuskan Standar Keselamatan
Stok Beras 5,3 Juta Ton di Gudang Bulog, Anggota DPR Soroti Bahaya Ini
Jakarta Job Fair 2026, Ribuan Loker yang Juga Bisa Diakses Disabilitas





