Menilik Raja Pasar AMDK, AQUA Mejeng di Deretan Teratas
:
0
Ilustasi Air Minum dalam Kemasan (AMDK). Foto:AI/Suwardi Rosadi.
EmitenNews.com - Persaingan pasar air mineral dalam kemasan atau AMDK masih dirajai oleh merek AQUA. Riset Diskursus Network & Ecosystem Juni 2026 menunjukkan AQUA masih mengakar kuat 57% di pilihan pedagang, meninggalkan pesaing terdekat Le Minerale di 22,5%.
Kepala Riset Diskursus Network and Ecosystem, Agustinus Dwianto dalam keterangan tertulisnya Rabu (1/7/2026) mengatakan, “Berdasarkan survei yang kami lakukan terhadap ribuan responden di berbagai wilayah Indonesia, kami melihat bahwa faktor kepercayaan, keamanan sumber air, dan kualitas menjadi determinan utama dalam pemilihan air minum sehari-hari.”
Riset dilakukan pada 16-18 Juni 2026 terhadap pedagang atau warung di 10 kota besar di Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya. 589 outlet dari total responden memilih AMDK merek AQUA.
Di tingkat kota, persentase tertinggi ada di Bali 98%. Disusul Solo 80%, Malang 75%, Medan 74%, Surabaya 66%, Makassar 42%, dan Balikpapan 41%.
Menurut catatan Agustinus, faktor utama konsumen menilai AMDK adalah rasa atau kualitas air, disebut 42,5% responden. Posisi kedua faktor harga dengan 24,8%.
Air Mineral Pilihan Warga +62
Meski AQUA berada di posisi teratas, riset juga mencatat deretan merek lain yang disebut pedagang sebagai AMDK paling laris versi riset Diskursus Network Juni 2026, berdasarkan 1.033 outlet di 10 kota.
Adapun, urutannya sebagai berikut yakni, AQUA 57%, Le Minerale 22,5%, Club 5,3%, Vit 3,8%, Squades 3,5%, Oasis 2%, dan Cleo 1,1%, dan lain-lain 4,2%.
Sementara itu, berdasarkan mereknya, hasil riset Diskursus Network Juni 2026, berdasarkan 1.033 outlet di 10 kota tersebut yakni, sebagai berikut:
1. Aqua: 368 sebutan (44,2%)
Related News
IHSG Siang Nyaris Mendarat di 5.700, Sektor Komoditas Paling Ngebut!
IHSG Memantul ke 5.697, Saham Grup Barito Ngegas!
IHSG Awal Juli Menguat, Kapitalisasi Pasar Kembali Sentuh Rp10.000T
Asing Terus Jualan, IHSG Kembali Tertekan
Proyeksi IHSG Awal Juli (1/7), Data Ini Berpotensi Jadi Sentimen
LNG Industri 13 USD, ESDM Pangkas Biaya Gas Hingga 37 Persen





