Proyeksi IHSG Awal Juli (1/7), Data Ini Berpotensi Jadi Sentimen
:
0
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto: EmitenNews/Aji
EmitenNews.com - Pelaku investor tengah menantikan perilisan data makroekonomi awal bulan Juli, meliputi PMI Manufaktur Indonesia, inflasi dan neraca perdagangan.
Apabila hasilnya melebihi ekspektasi pasar, maka sentimen terhadap IHSG dapat membaik.
“Namun demikian, selama belum terdapat katalis fundamental yang kuat, penguatan diperkirakan masih bersifat terbatas dan rentan dimanfaatkan sebagai momentum profit taking,” ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Gusta dalam risetnya.
Menurut Nafan, secara teknikal, pergerakan IHSG telah menolak pembentukkan indeks harga tertinggi sejak “wave (b)” maupun “wave (b) alt.” terlihat. Artinya, terdapat peluang technical rebound meskipun tipis.
Untuk perdagangan hari ini (1/7/2026), Nafan memperkirakan support area berkisar di 5.568 dan 5.438, sedangkan resistance area di kisaran 5.723 dan 5.848.
“Saat ini fokus pada pilihan saham dengan fundamental solid, bervaluasi murah, serta gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” tutur Nafan.
Dalam risetnya, Mirae Asset juga memberikan pilihan saham yang dapat dicermati pelaku pasar yakni CPIN, EXCL, dan PGEO.
Sementara itu, Equity Research Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie mengatakan, secara teknikal apabila IHSG gagal mempertahankan level support, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju 5.132-5.600. Namun, jika indeks berhasil mengalami rebound dan menembus area resistance 6.107-6.354, maka peluang penguatan lanjutan akan terbuka menuju level 6.475-6.833.
Meski bulan Juli memiliki data historis positif sejak tahun 2017, Adrian mengatakan pasar saat ini tengah menghadapi kondisi anomali. Sehingga, melakukan penilaian atau proyeksi berdasarkan pola historis semata menjadi kurang relevan dan tidak dapat sepenuhnya diaplikasikan.
“Karena itu, menghadapi volatilitas pasar saat ini, kami menyarankan investor untuk cenderung bersikap wait and see,” tutur Adrian
Related News
IHSG Awal Juli Menguat, Kapitalisasi Pasar Kembali Sentuh Rp10.000T
Asing Terus Jualan, IHSG Kembali Tertekan
LNG Industri 13 USD, ESDM Pangkas Biaya Gas Hingga 37 Persen
Makin Tertekan, IHSG Menuju 5.500
Jaga Daya Beli, Tarif Listrik Tak Naik Sampai September
Saham SpaceX dan Tesla Terbang, Elon Musk Kembali Jadi Triliuner Dunia





