Makin Tertekan, IHSG Menuju 5.500
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tersungkur. Berakhir mengalami koreksi 3,05 persen menjadi 5.643. Seluruh sektor menukik dengan pelemahan terbesar saham sektor basic materials 5,54 persen. Secara teknikal, histogram positif MACD mengecil, dan berpotensi terjadi death cross.
Stochastic RSI berada di area pivot, dan masih melanjutkan koreksi. So, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 5.500. Data inflasi Indonesia menurut konsensus diperkirakan meningkat menjadi 0,29 persen MoM, dan 3,2 persen YoY periode Juni 2026 dari edisi Mei 0,28 persen MoM, dan 3,08 persen YoY.
Kenaikan inflasi itu, diperkirakan seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax sejak 10 Juni 2026 lalu. Inflasi inti juga diperkirakan naik menjadi 2,6 persen YoY Juni 2026 dari posisi Mei 2026 di kisaran 2,59 persen. Surplus neraca perdagangan diperkirakan USD1,1 miliar edisi Mei 2026.
Meningkat dari periode April 2026 di levvel USD0,09 miliar dengan pertumbuhan ekspor diperkirakan 4 persen YoY, dan impor 18 persen YoY. Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi Rp26,34 triliun pada paruh kedua 2026. Paket stimulus itu terdiri dari diskon tarif kereta api, dan kapal laut Pelni 30 persen pada masa periode libur sekolah, libur Natal dan Tahun Baru.
Lalu, pembebasan tarif jasa kepelabuhan bagi transportasi penyeberangan. Selain itu, ada bantuan pangan kepada 33.24 juta penerima manfaat selama periode Juli hingga September 2026. Pemerintah juga akan membuka program magang nasional. Stimulus juga diberikan melalui fasilitas bea masuk 0 persen atas impor LPG bagi industri petrokimia impor bahan baku plastik, dan tarif khusus PPh final 1,5 persen bagi para penulis.
Menilik data tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Solusi Sinergi Digital alias Surge (WIFI), Charoen Pokphand (CPIN), Cimory (CMRY), Pertama Geothermal Energy (PGEO), dan Remala Abadi (DATA). (*)
Related News
LNG Industri 13 USD, ESDM Pangkas Biaya Gas Hingga 37 Persen
Jaga Daya Beli, Tarif Listrik Tak Naik Sampai September
Saham SpaceX dan Tesla Terbang, Elon Musk Kembali Jadi Triliuner Dunia
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar





