EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari terakhir Juni 2026 di zona merah. Indeks komposit anjlok 277,6 poin atau 3,05% ke level 6.643,19.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak di zona merah pada rentang terendah 5.638,57 dan tertingginya di 5.811,66.

Aksi jual terus menekan IHSG. Tercatat, sebanyak 564 saham turun. Hanya 136 saham yang menguat dan 99 saham lainnya stagnan.

Sementara itu, total nilai perdagangan mencapai Rp15,23 triliun, volume transaksi 22,35 miliar saham, dan frekuensi 1,62 juta kali.

Berdasarkan data RTI, kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia kini berada di bawah Rp10.000 triliun, tepatnya di Rp9.919,31 triliun

Sebelas indeks sektoral kompak melemah dipimpin sektor barang baku yang anjlok 5,5%, sektor energi merosot 3,5% dan sektor barang konsumen siklikal yang melorot 2,8%

Hanya 9 Saham LQ45 yang Menguat

Saham-saham paling likuid berguguran. Mayoritas penghuni indeks LQ45 mencatat penurunan harga.

Saham-saham LQ45 yang mencatat penurunan harga terdalam antara lain, yaitu: Essa Industries (ESSA) merosot 9,65% ke Rp515, Barito Pacific (BRPT) anjlok 8,54% ke Rp1.285, dan Merdeka Copper Gold (MDKA) merosot 7,98% ke Rp2.420 per saham.

Dari 45 saham terlikuid tersebut, hanya 9 saham yang berada di zona hijau hingga akhir perdagangan dengan penguatan terbesar dicatat Charoen Pokphand (CPIN)naik 9,68% ke Rp3.400, Pertamina Geothermal Energy (PGEO) naik 7,14% ke Rp900, dan Solusi Sinergi Digital (WIFI) naik 2,88% ke Rp16.05 per saham.