Meroket 150 Persen, Emiten Menantu Megawati (RAJA) Kuartal III-2023 Raup Laba USD11,5 Juta
:
0
EmitenNews.com - Rukun Raharja (RAJA) per 30 September 2023 mencatat laba bersih USD11,5 juta. Menanjak 150 persen dari posisi sama tahun sebelumnya senilai USD4,59 juta. Laba bersih per saham dasar emiten besutan menantu Megawati itu, melejit secara signifikan menjadi USD0,00272 dari edisi sama tahun sebelumnya sejumlah USD0,00109.
Pendapatan USD110,96 juta, meroket 26 persen dari edisi sama tahun lalu sejumlah USD87,87 juta. Beban pokok pendapatan USD81,18 juta, naik signifikan dari posisi sama tahun lalu USD73,63 juta. Laba kotor terkumpul USD29,77 juta, melesat 109 persen dari posisi sama tahun lalu USD14,24 juta. Laba entitas anak USD5,78 juta, turun tipis dari USD5,9 juta.
Laba pelepasan aset tetap USD9,65 ribu, turun dari USD15,38 ribu. Beban lain USD1,06 juta, drop dari USD24,54 ribu. Beban administrasi bank USD388,37 ribu, susut dari USD415,09 ribu. Beban bank loan refinancing USD261,56 ribu, susut dari USD446,62 ribu. Laba selisih kurs USD219,14 ribu, melesat dari USD1,08 juta. Beban bunga USD5,68 juta bengkak dari USD1,96 juta.
Beban umum dan administrasi USD11,85 juta, bengkak dari edisi sama tahun lalu USD8,98 juta. Laba sebelum beban pajak penghasilan USD16,53 juta, melambung dari periode sama tahun lalu USD7,29 juta. Total beban pajak penghasilan USD3,89 juta, bengkak dari posisi sama tahun lalu USD1,62 juta. Laba tahun berjalan USD12,64 juta, melesat dari USD5,66 juta.
Total ekuitas tercatat sebesar USD140,2 juta, naik tipis dari episode akhir tahun sebelumnya senilai USD133,05 juta. Jumlah liabilitas terakumulasi senilai USD177,58 juta, menanjak signifikan dari posisi akhir tahun sebelumnya sebesar USD127,44 juta. Jumlah aset tercatat USD317,79 juta, meroket dari episode akhir tahun sebelumnya senilai USD260,5 juta. (*)
Related News
PRDL ARA 5 Hari Beruntun, BEI Tetapkan Status Unusual Market Activity
Genjot Value, TRIS Gelar Dua Aksi Korporasi
ENRG Suntik Anak Usaha Rp1,09 Triliun, Tengok Realisasinya
Makin Parah! Defisit WSKT Paruh Pertama Tembus Rp22,13 Triliun
ASII Buru Izin Investor, Geber Program MSOP Segini
Berlabel HSC, HATM Sodorkan Private Placement 800 Juta Lembar





