Meroket 77 Persen, IFII 2024 Koleksi Laba Rp179,02 Miliar
:
0
Pengurus Indonesia Fibreboard Industry kala mengikuti pencatatan perdana saham pereroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indonesia Fibreboard Industry (IFII) sepanjang 2024 membukukan laba bersih Rp179,02 miliar. Mengalami peningkatan 77 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp100,9 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar dan dilusian melejit menjadi Rp19 dari sebelumnya Rp11.
Penjualan bersih Rp1,24 triliun, melonjak 26,53 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp986,98 miliar. Beban pokok penjualan Rp821,3 miliar, bengkak dari posisi akhir 2023 senilai Rp724,9 miliar. Laba kotor tercatat Rp422,34 miliar, melonjak 61 persen dari fase sama tahun sebelumnya Rp262,08 miliar.
Beban penjualan Rp135,66 miliar, bengkak dari Rp101,69 miliar. Beban umum dan administrasi Rp28,7 miliar, bengkak dari Rp26,87 miliar. Beban keuangan Rp33,51 miliar, bengkak dari Rp29,17 miliar. Laba selisih kurs bersih Rp4,51 miliar, drop 81 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp24,26 miliar.
Pendapatan bunga Rp59,23 juta, melejit 107 persen dari Rp28,61 miliar. Lain-lain bersih Rp783,35 juta, melorot 33,89 persen dari Rp1,18 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp229,82 miliar, bertambah dari Rp129,81 miliar. Beban pajak penghasilan Rp50,79 miliar, bengkak dari Rp28,91 miliar.
Jumlah ekuitas tercatat senilai Rp1,3 triliun, bertambah 6,55 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp1,22 triliun. Total liabilitas terkumpul Rp447,46 miliar, berkurang dari akhir 2023 sebesar Rp673,47 miliar. Jumlah aset terakumulasi Rp1,75 triliun, berkurang dari akhir tahun sebelumnya Rp1,89 triliun. (*)
Related News
Lolos Fit and Proper Test OJK, Noel DCruz Resmi Jadi Komisaris NISP
Kabel Laut Pukpuk TLKM Koneksikan Langsung Papua ke Jaringan Global
Yuk Berburu Dividen, 11 Saham Tawarkan Yield Menarik, Cek Jadwalnya!
Komisaris dan Direksi HEAL Borong Saham, Sinyal Optimisme Orang Dalam
BIPI Bidik 50 Persen Pendapatan Non-Batu Bara, Tanam Capex USD5 Miliar
BAF Siapkan Rp244,3 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Juni 2026





