EmitenNews.com - Nusantara Infrastructure (META) memutuskan membagi dividen Rp90,88 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 87,55 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp103,8 miliar. Dengan demikan, para investor akan menerima santunan dividen tunai Rp5,25 per eksemplar.

Guyuran dividen itu sudah termasuk dividen interim Rp45,57 miliar alias Rp2,63 per saham pada 3 Desember 2025. Dengan demikian, META tinggal menyalurkan dividen final Rp45,31 miliar setara dengan Rp2,62 per eksemplar.

Selanjutnya, Rp938,97 juta dari laba bersih dialokasikan sebagai dana cadangan wajib. Lalu, sebesar Rp92,95 miliar akan disisihkan sebagai cadangan lainnya untuk kebutuhan perseroan termasuk pengembangan usaha modal kerja, sosial, dan pembagian dividen di masa mendatang.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 25 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2026.

Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 Juni 2026. Cum dividen pasar tunai pada 10 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 11 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 2 Juli 2026.

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, META mengemas laba bersih dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp93,89 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi senilai Rp708,93 miliar. Dan, total ekuitas Rp4,09 triliun.

Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure menyebut capaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus melanjutkan strategi pertumbuhan jangka panjang. “Di tengah kondisi global dan dinamika bisnis saat ini, kami akan tetap fokus menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga kualitas layanan di setiap lini usaha agar tetap berjalan optimal,” ucap Indah.

Di luar pembahasan kinerja keuangan, RUPST turut mengambil sejumlah keputusan melalui tiga mata acara rapat lainnya yang juga telah diambil keputusan, dan mendapat persetujuan dari para pemegang saham. Di antaranya persetujuan laporan tahunan perusahaan termasuk pengesahan laporan keuangan tahunan, dan laporan pelaksanaan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2025.

Lalu, penunjukan akuntan publik untuk melakukan audit atas laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku berakhir pada 31 Desember 2026, penetapan tugas,  wewenang, gaji, tunjangan bagi anggota direksi, gaji atau honorarium, dan tunjangan bagi anggota dewan komisaris tahun buku 2026. Dengan dukungan kinerja keuangan solid, dan strategi bisnis adaptif, perusahaan optimistis dapat terus memperkuat pertumbuhan usaha ke depan. (*)