MR DIY (MDIY) Patok IPO Harga Bawah Rp1.650 per Saham, Minat?
:
0
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Calon emiten ritel rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY), pengelola gerai MR DIY, telah mematok harga penawaran umum perdana saham (IPO) pada batas bawah sebesar Rp1.650 per saham.
Harga IPO tersebut dipatok batas bawah harga ketika penawaran awal atau book buliding di kisaran Rp1.650 hingga Rp1.870 per saham.
Masa penawaran umum IPO ini akan dimulai pada Jumat, 13 Desember 2024 hingga 17 Desember 2024.
Dalam prospektus yang diterbitkan pada Kamis (12/12/2024), MDIY menyatakan bahwa harga ini ditetapkan setelah menyelesaikan proses bookbuilding yang berlangsung dari 25 November hingga 3 Desember 2024. Harga IPO yang ditentukan berada di batas bawah dari kisaran awal Rp1.650 hingga Rp1.870 per saham.
Melalui IPO, MDIY akan menawarkan sebanyak 2,51 miliar saham dengan nominal Rp25 per saham.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana Efek PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas
Saham ini terdiri dari 9% atau 2,27 miliar saham milik pemegang saham penjual, Azara Alpina Sdn. Bhd., dan 1% atau 251,9 juta saham baru yang diterbitkan dari portepel perusahaan.
Dengan harga IPO Rp1.650 per saham, MDIY berpotensi meraup dana sebesar Rp4,15 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp415,64 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sementara Rp3,74 triliun berasal dari saham yang dijual oleh Azara Alpina.
Jadwal IPO MR DIY adalah sebagai berikut:
- Penawaran umum: 13-17 Desember 2024.
- Penjatahan saham: 17 Desember 2024.
- Distribusi saham secara elektronik: 18 Desember 2024.
- Pencatatan di BEI: 19 Desember 2024.
Presiden Direktur MR DIY, Edwin Cheah, menyampaikan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi jaringan toko. “Kami berencana memperluas jaringan toko baru secara signifikan untuk memperkuat posisi kami sebagai pemimpin pasar di sektor ritel rumah tangga,” ujarnya.
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





