Nemu 13 Sumur Migas di Kawasan Transmigrasi, Bagaimana Eksplorasinya?
:
0
Pertemuan Kementerian Transmigrasi dengan SKK Migas di Jalarta, Senin (4/5). Foto: SKK Migas
EmitenNews.com - Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan adanya potensi 13 sumur baru minyak dan gas di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang akan dikelola Pertamina OSES. Temuan ini terungkap pada penandatanganan MoU sinergi kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di kawasan transmigrasi dan area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi dengan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto di Jakarta, Senin lalu.
Kerja sama ini membuka peluang optimalisasi pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi dan produksi migas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan negara
Menurut Mentrans temuan ini menjadi tonggak penting dalam transformasi transmigrasi, yang kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis sektor strategis.
“Transmigrasi kini bertransformasi menjadi pusat ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan sektor minyak dan gas di kawasan Samboja,” ujar Iftitah.
Eksplorasi dan Pengelolaan
Eksplorasi dan pengelolaan potensi migas yang akan dilakukan ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya usaha kecil di sekitar wilayah transmigrasi.
Kementerian Transmigrasi dan SKK Migas, lanjut Ifititah juga sepakat melakukan studi bersama terkait pemanfaatan HPL transmigrasi guna memastikan hasil yang optimal, termasuk peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menjelaskan bahwa hasil kajian menunjukkan lahan transmigrasi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan eksplorasi hulu migas tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. “Secara teknis, pengeboran bisa dilakukan secara miring, meski di atasnya terdapat permukiman, sawah, atau kebun,” jelasnya.
Menurut Djoko, kegiatan pengeboran dijadwalkan akan dimulai bulan depan (Juni-red). Potensi yang teridentifikasi mencapai 11,64 MMSCF untuk gas dan 0,96 BOPD untuk minyak, “Di luar sumur masyarakat ya, “ kata Djoksis.
Pengeboran di wilayah eksplorasi diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan lifting minyak dan gas nasional, sejalan dengan visi kemandirian energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Related News
IHSG Rontok 1,91 Persen, BMRI dan BBNI Terseret
Merah Merona, Seluruh Sektor Tumbangkan IHSG 2,73 Persen ke 5.800
IHSG Berlanjut Fluktuatif di Akhir Pekan
Wall Street Drop, IHSG Kian Kinclong
Dapat Komitmen dari INPEX, Bahlil Pastikan 2027 Proyek Masela Jalan
Potong Anggaran MBG, IHSG Menuju 6.100





