Nilai Tukar Rupiah Diramal Bakal Menguat Hari Ini (4/9), Apa Pemicunya
:
0
Indeks dolar AS merosot ke kisaran level 101,2 pada perdagangan hari Senin. (Foto: Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan ditutup menguat pada perdagangan Jumat (4/9).
Sebelumnya, mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp17.679 atau naik 84 poin dari posisi sebelumnya di level Rp17.763 atau naik 105 poin.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengatakan kombinasi faktor global dan domestik masih akan jadi pemicu pergerakan nilai tukar rupiah. Fokus pelaku pasar saat ini tengah mencermati data pasr tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang mana hal itu disebut turut menekan dolar AS.
“Data ADP Employment Change menunjukkan bahwa jumlah pekerja sektor swasta bertambah 38.000 pada bulan Agustus, berada di bawah perkiraan 47.000 dan angka kenaikan sebelumnya sebesar 46.000,” ujar Ibrahim, Kamis sore (3/9).
Di samping itu, pasar juga menyambut positif komitmen dari Destry Damayanti yang dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia, Rabu lalu. Dalam sidang penetapannya, ia berkomitmen menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi sembari mendorong stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
Kendati demikian, laju kenaikan diperkirakan akan terbatas seiring adanya kekhawatiran bahwa inflasi umum dan inflasi inti dapat meningkat dalam beberapa bulan mendatang dipicu sejumlah hal.
“Di antaranya karena dipicu tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino,” tutur Ibrahim.
Untuk perdagangan Jumat (4/9), nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.630 hingga Rp17.680.
Related News
Hubungan RI-Singapura Memanas? PM Wong Desak RI Hormati Kontrak Gas
Efek MSCI Meluas, BI Ungkap Asing Keluar dari Saham Hingga SBN & SRBI
Pasokan Gas Dikurangi Sepihak RI, Ini Langkah yang Diambil Singapura
Data Kemendag, Ekspor Kecap Nasional Rp340M, Terbesar ke Australia
Ekonom Ini Nilai Penyaluran Kredit Rp400T Berisiko Picu Kredit Macet
Proyek NUSA, Indonesia-Singapura Incar Peluang Ekonomi Baru dari AI





