Rupiah Menguat ke Rp17.627 per Dolar AS Pagi Ini
:
0
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat pada perdagangan Jumat (4/9) pagi.(Foto: Dok)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau menguat pada perdagangan Jumat (4/9) pagi. Berdasarkan data konversi real-time Google per pukul 10.00 WIB, mata uang Garuda bergerak di level Rp17.627 per dolar AS.
Pergerakan ini menunjukkan tren penguatan dibandingkan posisi penutupan perdagangan pada hari sebelumnya di level Rp17.629 per dolar AS dan sempat melorot di kisaran Rp17.770 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak menguat 23 poin atau 0,130 persen menjadi Rp17.606 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan dovish pejabat Federal Reserve (The Fed).
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat The Fed Christopher Waller yang melemahkan dolar AS dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan September," katanya.
Berdasarkan data pasar keuangan dari Bloomberg dan Reuters, penguatan nilai tukar rupiah pada pagi hari ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Investor cenderung menahan diri menjelang rilis data non-farm payrolls Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) selanjutnya.
Sinyal melandainya pengetatan moneter AS kian menguat setelah Gubernur Fed Christopher Waller mengindikasikan dukungan untuk mempertahankan suku bunga tetap jika tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda. Pernyataan tersebut memicu penurunan imbal hasil obligasi AS (US Treasury) dan menahan keperkasaan dolar terhadap mata uang negara berkembang.
Dari dalam negeri, pergerakan mata uang tetap dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ketahanan rupiah di tengah era suku bunga tinggi dan dinamika pasar keuangan global. Kebijakan stabilisasi nilai tukar BI melalui intervensi di pasar valuta asing dan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) terus menjadi penopang utama agar volatilitas rupiah tetap terkendali.
Para pelaku pasar kini berfokus mengamati rilis data tenaga kerja AS nanti malam, yang bakal menjadi katalis penentu arah pergerakan kurs rupiah pada penutupan pekan ini.(*)
Related News
Realisasi Pembiayaan Utang Rp494T, Menkeu Pastikan Masih On Track
B50 Bisa Gerus Ekspor Sawit Nasional, Gapki Ungkap ada Masalah Serius
Harga Emas Global Stabil di USD4.150, Antam Naik Rp7.000
RI Ungguli China, Negara Asia Mana Tumbuh Tercepat 2026?
Pendapatan OpenAI Meleset, Bursa Teknologi AS-Jepang Rontok
Menperin Naikkan Target Kontribusi Industri ke 25% PDB





