EmitenNews.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat seiring pelaku pasar yang menunggu rincian kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).
Pada Pukul 10.22 WIB Rupiah menguat 43 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.864 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.907 per dolar AS.
"Dolar AS melemah karena outlook ketidakpastian ekonomi AS pasca-perilisan data tenaga kerja yang dipandang sebagai tanda-tanda pelemahan ekonomi negara tersebut," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Reli dalam indeks dolar AS juga tampaknya telah berhenti pada Selasa karena para pedagang menunggu rincian lebih lanjut tentang jalur kebijakan moneter AS.
The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan laju kenaikan suku bunga pada bulan ini.
Laporan pekerjaan AS menunjukkan ada penambahan 315.000 pekerjaan pada Agustus atau sesuai estimasi konsensus dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen (yoy) atau di atas estimasi.
Laporan pekerjaan tersebut dinilai krusial karena akan menjadi bahan pertimbangan The Fed sebelum menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Bank sentral AS yang akan mengadakan pertemuan kebijakan suku bunga pada 21-22 September mendatang diekspektasi akan kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 75 basis poin.(*)
Related News
Eksportir Komoditas Disidik Polisi Dugaan Under Invoicing, Emiten BEI?
Namanya Masuk Daftar Pengusaha Nakal, Wilmar Siapkan Klarifikasi
8 Bulan Dilarang Kini Udang Indonesia Bisa Masuk Pasar Arab Saudi Lagi
Awas! Pabrik Sawit Beli TBS Murah, Siap-siap Terima Sanksi Berat
Harga Minyak Sangat Fluktuatif, Pengaruhi Melemahnya Kurs Rupiah
Masih Tertekan, Rupiah Makin Dekati ke Level Rp17.900 per Dolar AS





