Nusatama Berkah (NTBK) Tawarkan IPO Rp100–150 per Saham, Cek Jadwalnya
:
0
EmitenNews.com - PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) akan melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas ebanyak-banyaknya 700 jutasaham baru yang merupakan saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 25,93% dari jumlah seluruh modal disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham pada nilai nominal Rp10 setiap saham,
Dalam prospektus e-ipo hari ini Kamis (20/1) disebutkan PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) yang bidang Utama usahanya Bergerak dalam Industri Manufaktur Kendaraan Khusus ini mulai melakukan penawaran awal atau bookbuilding dengan Harga sebesar Rp100 – Rp150 setiap saham. Dari IPO ini Nusatama Berkah berharap bakal meraup dana sebanyak-banyaknya Rp70 – Rp105 miliar.
Secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 700.000.000 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak-banyaknya 35,00% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan.
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang Namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang 1 (satu) Saham Baru Perseroan berhak memperoleh 1 (satu) Waran Seri I di mana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp10 setiap sahamnya. Waran dapat dilakukan setelah 6 (enam) bulan sejak efek dimaksud diterbitkan, yang berlaku mulai 16 Agustus 2022 sampai dengan 17 Februari 2023.
Related News
INPS Buka Suara ke BEI Soal Ekuitas Negatif, Siapkan Rencana Ini
Sempat Tertunda, Waskita (WSKT) Akhirnya Lunasi Obligasi Rp722 M
Aset CSIS Tebal, Dividen Cair, dan Saham Terbang 27 Persen
Obligasi Chandra Asri (TPIA) Rp361,48 M Lunas, Pefindo Tarik Peringkat
TAMU Restrukturisasi Utang, Saham Lanjut ARA?
Perusahaan Afiliasi Grup Sinarmas Jadi Pengendali Baru KETR





