OJK-DPR-Polri-Danantara di BEI Singgung MSCI, Denda Rp2,1T & Bareskrim
:
0
Konferensi Pers: Reformasi Pasar Modal Terbesar Sepanjang Sejarah. Foto: EmitenNews/ Rifki Al Wafi.
EmitenNews.com - Situasi pelik dan kepanikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok lebih dari 11% dan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) tak lama setelah bursa dibuka, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mendatangi BEI pada Jumat, 16 Oktober 2026 untuk rapat koordinasi dengan OJK, Polri, hingga Danantara.
Hadir Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi, Kepala Kepolisian RI Suyudi Ario Seto, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani, Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), serta Direksi SRO.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengawali sesi konpers, DPR menjalankan fungsi pengawasan dan meminta OJK-BEI terus melakukan perbaikan untuk mengakomodir masukan lembaga rating internasional.
"Termasuk dari MSCI yang seharusnya baru akan melakukan review pada bulan November, tapi pagi hari tadi sudah mengeluarkan review," ujar Dasco singkat.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau Kiki menegaskan OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia sejak Januari 2026.
"Walau saat ini OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia itu sudah kita sampaikan sejak bulan Januari 2026 ini. Berbagai hal sudah kita lakukan. Semua concern dari global index provider telah kita penuhi dan laksanakan," ujar Kiki.
Rinciannya transparansi kepemilikan yang umumnya 5% kini dibuka 1%, granularitas tipe investor dari 9 jenis menjadi 39 jenis investor, dan kenaikan free float yang butuh stages.
"Termasuk dalam unsur transparansi, kita yang pada umumnya adalah keterbukaan 5%, kita 1% kita buka. Kemudian secara tipe dari investor, dari yang tadi 9 jenis kita granularkan menjadi 39 jenis investor. Kemudian free float kita naikkan yang memang ini perlu stages, perlu proses. Dan ini semua juga bisa diterima oleh komunitas global investor juga dan juga enforcement," kata Kiki.
Kiki mengakui enforcement masih jadi harapan banyak pihak, termasuk investor global. Ia menyebut OJK bersama Bursa sudah mengeluarkan banyak sanksi sejak Januari, namun ada yang ditunggu investor terkait dalam hal ini ialah MSCI di mana 3 emiten tersebut yaitu DSSA, BREN dan CUAN.
Kiki juga berdalih bahwa, "Sebetulnya hari ini kita ada mengumumkan ini bukan karena reaktif tapi karena memang sudah dalam proses karena tidak mungkin karena ada hal itu terus kemudian kita mengumumkan hari ini. Karena ini memerlukan proses yang panjang dan dilakukan proses pemeriksaan yang menyeluruh."
Related News
Emiten Sinar Mas dan Prajogo Didenda Total Rp2,1 Triliun
OJK Bongkar Pelanggaran DSSA, BREN dan CUAN
Standalone Masih Wacana, OJK dan BEI Hargai Proses Konsultasi MSCI
BEI Ngaku Kaget MSCI Umumkan Ancaman Standalone Market
Potensi Turun Kasta, BEI Bakal Kejar Klarifikasi MSCI
MSCI Kecam Indonesia ke Standalone Market, BEI & Pelaku Pasar Bersuara





