EmitenNews.com - Abadi Nusantara Hijau Investama (PACK) bakal menjajakan right issue Rp3,25 triliun. Penerbitan saham baru untuk obligasi wajib konversi (OWK) berbalut nominal Rp10. Penerbitan 32,58 miliar saham itu, dibekali dengan harga pelaksanaan Rp100 per eksemplar. 

Setiap pemegang 5 saham lawas dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Di mana, setiap satu HMETD memberi hak kepada pemegangnya membeli satu OWK dengan harga pelaksanaan Rp100, per 1 unit OWK.

Konversi dari OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak 1 hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga sebelum tanggal jatuh tempo OWK pada 21 Januari 2027. Rasio konversi 1:1, di mana setiap pemilik 1 OWK dapat mengonversi OWK menjadi 1 saham baru jika tidak terdapat penyesuaian pada harga konversi. 

OWK diterbitkan tanpa memberikan bunga. OWK dapat diperdagangkan namun tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham hasil konversi OWK akan dicatatkan pada BEI. Melalui surat pernyataan pada 15 Desember 2025, Eco Energi Perkasa (EEP) pemegang 47,16 persen saham mendapat bagian 15,36 miliar saham perseroan, sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga, akan melaksanakan seluruh hak untuk membeli OWK.

Kalau OWK tidak seluruhnya diambil publik, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya. Apabila setelah alokasi masih ada sisa, seluruh OWK tersisa untuk keperluan pelunasan kewajiban pembayaran akan diambil bagian EEP maksimal 12.904.655.400 dari sisa unit OWK (dengan jumlah maksimal USD77,03 juta menggunakan kurs pelaksanaan). 

Seluruh dana hasil right via OWK sekitar 86,93 persen atau Rp2,82 triliun setara USD168,78 juta untuk setoran modal, dan pemberian pinjaman kepada entitas anak, yaitu Adhi Prakarsa Raya (APR), dan Sumber Cahaya Raya (SCR) untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada Konutara Sejati (KS) dan Karyatama Konawe Utara (KKU). 

Komposisinya, sebanyak 30 persen dari dana untuk pelunasan kewajiban pembayaran akan disetorkan dalam modal APR, dan SCR, lalu 70 persen dari dana untuk pelunasan kewajiban pembayaran akan disalurkan melalui pemberian pinjaman dari perseroan kepada APR dan SCR. Itu akan dilakukan setelah mendapat dana melalui right issue.

Sisanya sekitar 13,07 persen akan digunakan untuk keperluan modal kerja perseroan berupa biaya operasional yaitu gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, perlengkapan kantor, biaya profesional/konsultan termasuk namun tidak terbatas pada jasa audit, perpajakan, dan biaya lainnya sehubungan dengan kegiatan perseroan sebagai holding company.

Selanjutnya, jadwal right issue via OWK sebagai berikut. Daftar pemegang saham berhak HMETD pada 13 Januari 2026. Cum date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 9 Januari 2026. Ex date pasar reguler dan pasar negosiasi pada 12 Januari 2026. Cum date pasar tunai pada 13 Januari 2026. Ex date pasar tunai pada 14 Januari 2026. Distribusi pada 14 Januari 2026. 

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Januari 2026. Perdagangan perdagangan pada 15-22 Januari 2026. Pelaksanaan pada 22 Januari 2026. Akhir pembayaran pemanasan tambahan OWK pada 23 Januari 2026. Penjatahan pemesanan tambahan OWK, dan pembayaran dari pembeli siaga pada 26 Januari 2026. Distribusi OWK pada 26 Januari 2026. Pengembalian uang pemesanan pada 28 Januari 2026. (*)